ikut bergabung

Bupati Gowa Imbau Masyarakat Waspada, Kepala Stasiun Geofisika Sebut Potensi Lanina Hingga Februari 2021

TUMBANG. Sebuah pohon tumbang menimpa salah satu warung makanan di Jl Agussalim, Kecamatan Somba Opu, Gowa akibat cuaca ekstrem. (foto/ist)

Berita

Bupati Gowa Imbau Masyarakat Waspada, Kepala Stasiun Geofisika Sebut Potensi Lanina Hingga Februari 2021

GOWA, UJUNGJARI.COM — Anomali cuaca ekstrem yang diperkirakan puncaknya terjadi pada Desember  2020 dan Januari 2021 berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) adalah akibat dari  Lanina.

Karena Lanina itu maka diprediksi mengakibatkan beberapa wilayah dataran rendah di Kabupaten Gowa mengalami banjir dan genangan air. Sementara beberapa wilayah dataran tinggi Gowa akan mengalami longsor.

Karena itu Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan pun mengimbau masyarakat Gowa untuk meningkatkan kewaspadaan dalam kondisi cuaca yang mulai ekstrem saat ini.

” Saat ini cuaca mulai ekstrem. Masyarakat harus selalu waspada. Hujan deras dan angin kencang berpotensi menimbulkan pohon tumbang dan longsor. Saya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan agar saluran-saluran air tidak tersumbat, mari kita bersama-sama menjaga itu dan kalau terlihat ada saluran air tersumbat mari kita sama-sama segera memperbaiki sebelum membuat genangan,” imbau Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang sudah dishare ke medsos dan media lainnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa Ikhsan Parawansyah kepada ujungjari.com, Sabtu (19/12/2020) malam mengatakan bahwa dari 18 kecamatan di Gowa, ada 9 kecamatan dataran rendah yang  sangat rentang dengan angin kencang dan banjir. Sementara 9 kecamatan lainnya adalah dataran tinggi yang sangat rentang dengan gerakan tanah (longsor), karhutla dan angin kencang.

” Inilah yang mesti kita (masyarakat Gowa) selalu waspadai. Menyangkut titik longsoran ini juga sangat berpengaruh dengan intensitas curah hujan di dataran tinggi dan kondisi morfologi wilayahnya termasuk kondisi tanah vegetasinya. Jadi kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang cukup ekstrem kedepan ini,” kata Ikhsan.

Baca Juga :   Satu Tahun Polres Sidrap Persentasekan Kinerja Satuan Fungsi. Tiga Paling Menonjol

Dia juga mengatakan sesuai tagline unit kerjanya yakni ‘Kita jaga alam, alam jaga kita’, Ikhsan berharap semoga masyarakat punya paham bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi intinya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Gowa Gandamana Matondang yang dikonfirmasi terkait potensi Lanina di Desember 2020 hingga Februari 2021, Sabtu malam mengatakan Lanina merupakan fenomena atmosfir dimana terjadi penurunan suhu muka air laut di samudra pasifik dan pertumbuhan awan konvektif  yang menimbulkan hujan dan rata-rata naik 20 sampai dengan 40 persen dari tahun yang lalu serta puncaknya sampai dengan Februari dan luruh mulai Maret hingga April 2021 mendatang.

dibaca : 36

Laman: 1 2



Komentar Anda

Berita lainnya Berita

Populer Minggu ini

Arsip

To Top