PANGKEP, UJUNGJARI.COM —  Suasana sunyi di kawasan pekuburan Bontoriu, kampung Ujungloe kelurahan Minasa Te’ne, Jumat (8/1) malam, mendadak berubah jadi ramai bercampur tegang saat warga disekitar tempat kuburan umum itu menolak kedatangan jenazah covid.

Malam itu secara tiba-tiba warga berkerumun karena mengetahui akan ada penguburan jenazah covid. Warga yang didominasi pemuda itu merupakan masyarakat yang berdomisili dekat pekuburan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemuda ini menolak kedatangan jenazah yang dibawa petugas covid dari Rumah Sakit Batara Siang (RSBS).

Padahal sebelumnya dikuburan itu sudah ada dua jenazah covid yang terlanjur dikuburkan di Bontoriu.

Saat itu warga tidak menolak karena salah seorang dari jenazah itu merupakan warga asal kampung Ujungloe, almarhum H Sofyan Sammana.

Alasan beberapa warga menolak karena khawatir pekuburan Bontoriu akan menjadi kuburan para pasien yang meninggal dunia karena covid.

Selain itu warga diduga menolak jenazah covid karena terprovokasi isu yang menyatakan bahwa mata air sumur warga akan dialiri air rembesan dari kuburan jenazah covid.

Diperkirakan warga Bontoriu menolak karena kurangnya informasi dan edukasi dari pihak pemerintah. Semestinya memang Pemkab Pangkep menyiapkan pekuburan khusus pasien yang meninggal akibat covid.

Camat Minasa Te’ne, Satria HS dalam keterangan yang diberikan menyatakan pihaknya sudah berusaha memberikan pengertian kepada warga sekitar, namun warga lagi-lagi tak terima karena khawatir kuburan Bontoriu akan menjadi tempat penguburan jenazah covid.

“Pihak kami sudah berusaha meyakinkan warga untuk tetap menerima penguburan jenazah. Tetapi warga bersikukuh menyatakan penolakannya jenazah covid dikuburkan ditempat tersebut,” ujar Satria.

Semestinya Tim Covid, lanjut Mantan Anggota DPRD Pangkep ini, agar turun membantu pemerintah kecamatan dan desa untuk mengedukasi dan meyakinkan warga bahwa jenazah covid tidak lagi memberikan efek membahayakan terhadap warga sekitar pekuburan. (udi)