ikut bergabung

Akhir Januari, ACT Kerahkan Kapal Kemanusiaan Menuju Sulbar, Bermuatan 1.000 Ton Bantuan Logistik

KIRIM. Kapal kemanusiaan ACT sementara dalam persiapan pemberangkatan menuju Mamuju, Sulbar. (foto/ist)

Nasional

Akhir Januari, ACT Kerahkan Kapal Kemanusiaan Menuju Sulbar, Bermuatan 1.000 Ton Bantuan Logistik

JAKARTA, UJUNGJARI.COM – Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali akan mengirim ribuan ton bantuan logistik berisi berbagai macam kebutuhan untuk para korban gempa di Sulbar. Rencananya, bantuan ini akan diberangkatkan dari Jakarta melalui pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju pelabuhan Mamuju, Sulawesi Barat, menggunakan kapal laut.

Presiden ACT Ibnu Khajar kepada ujungjari.com via WhatsApp, disela persiapan pemberangkatan kapal kemanusiaan bermuatan 1.000 ton di pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (27/1/2021) mengatakan kapal kemanusiaan untuk Sulawesi Barat adalah wujud dari kolaborasi besar kedermawanan masyarakat Indonesia. 

Dan bantuan pangan dan logistik yang diangkut kapal kemanusiaan ini dihimpun dari amanah publik untuk saudara sebangsa yang tertimpa bencana. Dikatakan Ibnu, kapal kemanusiaan ini akan bertolak secara berkala dari tiga lokasi berbeda yaitu Jakarta, Sumatra, dan Surabaya. 

” Sebagai salah satu ikhtiar kami untuk bergerak bersama selamatkan bangsa, kapal kemanusiaan ini membawa 500 ton beras yang dikumpulkan dari Lumbung Pangan Wakaf (LPW) Global Wakaf – ACT, dan 500 ton sisanya terdiri dari air minum wakaf, pangan, selimut, dan kebutuhan logistik para korban bencana. Jadi totalnya 1.000 ton,” jelas Ibnu.

Di tahap awal terjadinya bencana, kata Ibnu, ACT memastikan semua tim hadir. Proses penguasaan teritorial wajib dilakukan untuk melihat seberapa besar dan luas bencana ini terjadi, seberapa banyak kerusakan dan korban yang terjadi, titik-titik pengungsian ada di mana saja. 

Baca Juga :   Mantan Duta Komodo Jusuf Kalla Prihatin dengan Situasi di Labuan Bajo

” Tahap kedua, kami siapkan dan aktivasi semua posko-posko bantuan, agar sampai langsung ke masyarakat-masyarakat yang membutuhkan. Lalu kehadiran japal kemanusiaan ini akan memperkuat agenda pendistribusian bantuan yang meluas ke masyarakat terdampak,” papar Ibnu.

Pasca terjadinya gempa berkekuatan 6,2 magnitudo di Sulbar, puluhan ribu masyarakat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Kondisi para pengungsi tidak hanya serba kekurangan, namun juga terancam paparan virus covid19. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat dalam memenuhi kebutuhan para korban gempa di Sulbar.

Selain itu, kata Ibnu, ACT mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendukung kapal kemanusiaan ini.

“Kami akan mengirimkan kapal kemanusiaan ke Majene dan Mamuju dari tiga titik. Insya Allah 1.000 ton akan kami kirimkan dari pelabuhan Tanjung Priok, cabang-cabang ACT di Jawa Barat, Banten dan Jakarta. Lalu, kami juga akan mengirimkan 1.000 ton kapal kemanusiaan dari ACT cabang Sumatera juga dari Medan. Kami juga mengirimkan 1.000 ton dari pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur dan cabang kami di DI Yogyakarta. Semua bantuan akan kami kirimkan ke lokasi bencana di Majene dan Mamuju. Semua Insya Allah akan kami berangkatkan pada akhir Januari ini,” tambah Ibnu.

dibaca : 29

Laman: 1 2



Komentar Anda

Berita lainnya Nasional


Populer Minggu ini

Arsip

To Top