MAKASSAR, UJUNGJARI– Ketua pengurus Ikatan Adhiyaksa Dharmakarini (IAD) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, dr Pranamya Dewi Febrytriyanto. Mengajak masyarakat, khususnya di Sulsel untuk ikut serta dalam program pemerintah.

Memerangi serta memutus mata rantai penyebaran virus korona, melalui program vaksinasi Covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan langsung ketua IAD Kejati Sulsel dr Pranamya Dewi Febrytriyanto, saat menjadi narasumber bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dr Ikhsan Mustari. Dalam kegiatan dialog interaktif, melalui Podcast Kejati Sulsel.

“Untuk program vaksinasi ini, saya mencoba melakukan pendekatan ke masyarakat. Dengan cara pendekatan sebagai seorang ibu. Karena kebetulan organisasi IAD ini merupakan, organisasi wanita dimana visi dan misinya untuk memajukan semuanya. Demi keuntungan masyarakat dan sosial,” tukas ketua IAD Kejati Sulsel dr Pranamya Dewi Febrytriyanto, Kamis (25/2).

Walaupun hal itu kata Dewi tidak mudah sebenarnya, walapun sudah banyak persyaratan. Karena setiap masyarakat pola pikirnya kadangkala berbeda di setiap daerah.

“Disitulah PR (Pekerjaan Rumah) saya, untuk melakukan pendekatan. Kebetulan saya juga punya pengetahuan sedikit tentang medis. Mungkin saya bisa masuk disitu,” kata Dewi.

Dengan cara menciptakan suasana bahagia dalam keluarga. Karena untuk melawan semua penyakit, tentunya kita semua harus bahagia, apalagi menghadapi pandemi Covid-19 saat ini.

“Terutama yang paling penting, selalu menjaga dan mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Intinya kata Dewi adalah, kita selalu waspada. Tapi tidak perlu ketakutan luar biasa, karena dasarnya kita melawan penyakit kita harus sehat. Akan lebih sempurna lagi jika kita melalukan vaksinasi.

“Orang yang di vaksin, tentu imun tubuhnya akan jauh lebih baik, daripada dengan yang tidak di vaksin,” sebutnya.

Dewi menambahkan selaku ketua pengurus IAD Kejati Sulsel, ia akan selalu mendukung dan menghimbau. Terutama bagi ibu-ibu IAD, agar melakukan pendekatan sebagai seorang kepada masyrakat.

Untuk tidak mempercayai berita dan informasi hoaks, soal vaksinasi Covid-19 ini. “Ayo kita ikut dan dukung, program perintah ini. Jangan menolak maupun takut untuk di vaksinasi,” tandas Dewi.

Hal senada juga disampaikan oleh Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Ikhsan Mustari, menghimbau dan mengajak masyrakat di Sulsel. Agar mau ikut di vaksin, seperti yang telah di programkan oleh pemerintah.

“Jadi pemberian vaksin ini, sudah bukan lagi uji coba. Ini sudah di uji coba, sudah ada jaminan dari BPOM. Dari MUI juga sudah ada jaminannya melalui label halalnya,” tukas Ikhsan.

Ikhsan menuturkan bahwa tujuan dari kegiatan vaksinasi ini, adalah untuk menurunkan resiko kematian dan kesakitan untuk Covid.

“Terutama untuk mencapai Healt Imunity, ialah imuniti kelompok. Untuk mencapai itu ada jumlah tertentu, untuk mendapat vaksinasi itu karena. Jika 70 persen yang vaksinasi, itu sudah cukup menjamin kekebalan imun dalam satu kelompok,” tandasnya.

Jika vaksinasi tahap ke III ini bisa berakhir, menurut Ikhsan kemungkinan Agustus nanti. Pandemi Covid-19 ini sudah bisa ditangani.(mat)