MAKALE, UJUNGJARI–Partai Golkar Tana Toraja dilanda kemelut berkepanjangan lantaran beberapa faksi internal bertegang dengan pendiriannya.

Kondisi kepengurusan DPD II Partai Golkar Tana Toraja tidak menutup kemungkinan diambang konflik pelik, baik DPD 1 Golkar Sulsel, maupun DPP Golkar Pusat diharap memberi perhatian khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apalagi menjelang Musda jika Partai Golkar Tana Toraja salah pilih ketua dan kepengurusan, imbasnya kepada Pileg tahun 2024 onjlok perolehan kursi di DPRD Tana Toraja.

Terlebih jika ketua Golkar dipaksakan dan tidak sejalan dengan pemerintah berkuasa Theofilus Allorerung-Zadrak Tombeq (The-Za), waspadalah, terang sesepuh Golkar Tana Toraja Tarra Sampetoding, Kamis (1/4).

Kata Tarra Sametoding, pengalaman Pilkada tanggal 9 Desember 2020 lalu partai Golkar pemenang Pemilu kontrol 7 kursi terbanyak di DPRD Tana Toraja, mengusung petahana Nico-Victor (Nivi) bersama partai Nasdem 6 kursi dan Perindo 1 kursi malah tumbang.

Apalagi Victor Datuan Batara kala itu sebagai ketua DPD II Partai Tana Toraja keos di Pilkada, kondisi ini harus jadi catatan penting DPD I, dan DPP Pusat Golkar diepaluasi.

Fenomena di partai Golkar Tana Toraja dipastikan ada kesalahan patal internal partai berlambang beringin rindang ini.

Lanjut Tarra, tentunya Lukman B.Kady diberikan mandat ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Taupan Pawe sebagai Plt jelang Musda, kerja politiknya hendaknya arif menyikapi kondisi faksi internal Golkar di Bumi Lakipadada.

Lukman B.Kady jangan menyulut api dalam sekam, harusnya jadi penengah diantara faksi perkuat konsolidasi partai samakan visi dan persepsi bangun kekuatan baru menjelang Musda sehingga lahir kepengurusan baru juga dengan energi baru.

Harapan itu akan terwujud jika DPD II Partai Golkar Tana Toraja dikelola kader tulen, bukan kutu loncat tidak memahami jika Golkar itu partai besar sehingga pengelolanyapun kader hebat.

Apakah kader Golkar Tana Toraja tidak malu jika selama ini Tana Toraja dikenal lumbuang suara Golkar setiap kontestasi politik harus senasip dengan Pilkada lalu, tutur Tarra (agus).