MAKALE, UJUNGJARI.COM — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Tana Toraja ditengarai cacat prosedural, dan hal itu dikomplain 16 pimpinan kecamatan (PK).

Apalagi beredar rumor pergantian PK dilakukan sepihak PLT Partai Golkar Tana Toraja Lukman B.Kady sangat melukai hati PK Golkar lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Musda terkesan dipaksakan yang bertentangan dengan PO 013 Tahun 2011, dan Juklak 02 tahun 2020,” terang Herman Pane PK Golkar Rembon, didampingi PK Malimbong Balepe Yonathan, dan Irfan PK Makale Utara, Minggu (4/4/2021).

Menurut Herman Pane, aneh dari Musda Golkar dibawa kendali Lukman B.Kady,  sudah dimulai sejak pendaftaran calon ketua, tidak pernah ada pemberitahuan SK panitia.

Karena itu 16 PK Golkar Tana Toraja mendesak Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulawesi Selatan Taufan Pawe, meninjau ulang penunjukan Lukman B.Kady Plt Partai Golkar Tana Toraja, sekaligus menunda semua tahapan Musda.

“Ini sangat penting, sebab untuk membesarkan Golkar di Bumi Lakipadada tidak seperti yang dilakukan PLT sekarang. Ini juga demi penyelamatan dan kebesaran partai Golkar di Tana Toraja, apalagi mempertahankan Tana Toraja sebagai lumbung suara Golkar,” sebut Herman. Pane.

Lanjut Herman Pane, Plt partai Golkar Tana Toraja Lukman B. Kady diberi kepercayaan DPD 1 Golkar Sulsel menyusun agenda Musda, juga tidak pernah koordinasi dengan Theofilus Allorerung sebagai ketua Kosgoro.

Demikian pula jabatannya sebagai Bupati Tana Toraja PLT Lukman B.Kady belum pernah melaporkan agenda Musda.

“Tunda agenda Musda solusi tepat untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada kader potensi yang besarkan Partai Golkar,” pungkas Herman Pane. (agus)