MAKALE, UJUNGJARI–Sejumlah kasus dugaan tindak pidana di Tana Toraja, masih mengendap di meja penyidik Polda Sulsel. Rabu (28/4), Forum Mahasiswa Toraja (Format) menyambangi Polda Sulsel melakukan audience mempertanyakan kasus yang cukup lama mandek tersebut.
Selain kasus dugaan Korupsi pengadaan baju olahraga, mereka juga mempertanyakan kasus pembebasan Lahan bandara Buntu Kuni’. “Demikian pula poros jalan Bittuang-Bolokan, dan beberapa kasus lainnya cukup lama berproses di Polda Sulsel, ” terang Ketua Format Heriada, Kamis (29/4).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Audience Format ke Polda sudah kesekian kalinya untuk mendesak Polda Sulsel menunjukan sikap profesionalisme dan keseriusannya menangani kasus Korupsi di Tana Toraja.
Menurut Heriadi, Polda Sulsel harusnya konsisten dalam pemberantasan korupsi dengan mempercepat seluruh rangkaian proses penanganan kasus dan segera merampungkan berkas perkara untuk di limpahkan ke pihak Kejaksaan Tinggi Sulsel.
Kata Heriadi, kasus pengadaan baju olahraga menghabiskan APBD TA (2016/2017) senilai Rp 3 milliar. Sudah ratusan saksi diperiksa, bahkan lembaga auditor sudah mengeluarkan hasil perhitungan kerugian negara. Namun sampai hari ini belum kunjung ditetapkan tersangka. (Agus)

