MAKALE, UJUNGJARI.COM — Fenomena yang membelit wisata religi Burake dengan masyarakat setempat tak kunjung usai. Itu akibat dampak pandemi Covid-19, akhirnya obyek wisata ini ditutup.

Sudah kurang lebih setahun wisata Burake tidak ada kunjungan wisman dan wisnus. Hal itu ditangerai Pemda Tana Toraja yang ingkar janji dengan warga setempat soal bagi hasil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gara-gara wisata religi Burake tutup, membuat sumber pendapatan daerah miliaran rupiah hilang,” kata Ketua Komisi I DPRD Tana Toraja, Stepanus Maluangan, Senin (3/5/2021).

Menurut politisi PDIP ini, saat obwis Burake dibuka pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) antara Rp 100 juta hingga Rp 150 juta perbulan, bahkan di bulan Desember lebih dari itu.

Komisi I DPRD Tana Toraja membidangi kepariwisataan, akan segera menindaklanjuti fenomena yang dialami objek wisata religi Buntu Burake.

“Minggu ini, komisi satu segera rapatĀ  dengar pendapat (RDP) dengan tokoh masyarakat setempat, pemerintah daerah, untuk mencari solusi sehingga obwis Burake dibuka kembali,” jelasnya.

Diakuinya, dimasa pemerintahan Bupati dan Wabup sebelumnya Nico-Victor (Nivi), masyarakat dari Burake dua kali menggelar aksi ke DPRD menyampaikan aspirasi kekecewaannya janji Pemda ke masyarakat setempat.

“Namun karena janji tinggal janji, ahirnya warga Burake mengambil tindakan obwis ditutup, masyarakat yang ingin masuk Burake harus naik ojek dari pintu masuk hingga kelokasi, demikian pula sebaliknya,” pungkas Stepanus. (agus)