MAKALE, UJUNGJARI.COM — Pernyataan stering comitee Musda Partai Golkar Tana Toraja Massudi Sombolinggi, yang meragukan keamanan Musda Golkar Tana Toraja sempat tertunda dipindahkan ke Makassar, dibantah kader Golkar lain.
Adolf Christian Pakke salah seorang kader tulen Partai Golkar Tana Toraja kepada media ini menjelaskan, Massudi Sombolinggi tidak perlu berpendapat pribadi yang mengkhawatirkan keamanan Musda Partai Golkar di daerah ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Semua kader dan pimpinan kecamatan (PK) sudah bulat dan sepakat jamin keamanan Musda. Pasalnya Musda adalah hajatan tertinggi di DPD II sehingga sangat tidak logis hanya dinamika internal pengurus saat pendaftaran calon ketua menjadi alasan Musda dipindahkan ke tempat lain.
Ironisnya lagi rencana pemindahan Musda tidak pernah dibicarakan dan dirapatkan, kenapa Massudi Sombolinggi hanya stering commite Musda sudah mengeluarkan pendapat pribadi.
“Apa yang ditutupi dari Musda Partai Golkar Tana Toraja, lebih berkualitas kalau Musda transparan sesuai aturan partai, dan ketua terpilih diterima semua kader dan kalangan,” sebut Boy Pakke.
Sekedar informasi pada pendaftaran calon ketua Partai Golkar Tana Toraja sempat ricuh lantaran panitia musda dinilai tidak profesional dan transparan, serta melanggar aturan organisasi sehingga ricuh.
Dari 4 calon ketua yang mendaftar hanya Victor Datuan Batara dan Yariana Somalinggi yang mengembalikan formulir.
Sementara dua calon lainnya Randan Sampe Toding, dan Nico Mangera belum kembalikan sebab ditengarai panitian Musda berpihak. (agus)

