ENREKANG, UJUNGJARI.COM — Meski pelaksanaan pemilihan bupati (Pilbup) Enrekang baru akan dilaksanakan tiga tahun mendatang. Namun sejumlah nama kandidat bupati dan wakil bupati sudah mulai hangat diperbincangkan di masyarakat baik dari kalangan birokrat, politisi dan pengusaha maupun dari tokoh masyarakat.
Para kandidat diantaranya, Anggota DPR RI Mitra Fakhruddin MB, Saharuddin Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Muhammad Anshar Sekretaris Daerah (Sekda) kota Makassar, Wakil Bupati Enrekang Asman SE, Abdul Rahman Bando Eks Calon wakil wali kota Makassar, Politisi Gerindra Andi Liu Were La Tinro, Pengusaha Irian Jaya Irfan dan pengusaha lokal Yusuf Ritangga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, ada nama pejabat fungsional Arsiparis Ahli Utama DPD RI dan juga mantan Sekada Enrekang Chairul Latanro, Anggota DPRD Enrekang Djayadi Suleman, Dedi Bachtiar, Chairul Tahir. Selain itu, terdapat juga nama mantan anggota DPRD Enrekang Arfan Renggong.
Menanggapai hal tersebut, Suparno pengamat politik yang berkiprah di Bumi Massenrempulu dan Kota Makassar ini mengatakan, dari beberapa calon yang disebut-sebut namanya akan bertarung pada pilbub Ennrekang tahun 2024 mendatang, bila disandinkan dengan klan petahana Muslimin Bando (MB). Klan MB masih kuat.
“Siapa pun keluarga pak MB yang didorong nantinya baik Mitra Fakhruddin MB maupun Rahman Bando mereka masih kuat,” kata Suparno, Senin (16/8/2021).
Ia mengatakan, dengan alasan keberhasilan Bupati Enrekang H Muslimin Bando (MB) membangun Enrekang selama dua kali periode sehingga masyarakat masih menginginkan klan MB memimpin Enrekang perioden kedepan.
“Untuk konstestasi 2024 nanti klan MB masih sangat kuat akibat dari kesuksesan MBA membangun Enrekang,” ujarnya.
Menurutnya, dari data yang ia miliki sekitar 60 persen masyarakat Bumi Massenrempulu inginkan klan MB menjadi penerus bupati periode berikutnya.
“Sekitar 60 persen masyarakat masih inginkan klan MB jadi bupati,itu artinya masih ada 90.000 jiwa yang suka klan MB,” jelas Suparno.
Sekedar diketahui,berdasarkan hasil survei Insert Institute pada periode pertama MB menyimpulkan 83 persen masyarakat Kabupaten Enrekang puas dengan kinerja Bupati dan Wabup Enrekang, H Muslimin Bando dan Amiruddin (MBA).
Direktur Insert Institute Muh Aris, Jumat (6/1) mengakui hasil survei 600 responden pada 18-24 Desember 2016 dalam dua bagian pelayanan yakni pelayanan dasar dan pelayanan umum.
Pada pelayanan dasar menunjukkan indikator memusakan seperti, pelayanan Puskesmas, Kantor Kelurahan dan Kantor Kecamatan hingga layanan pendidikan gratis.
“Masing-masing layanan dasar, mayarakat mengaku puas mencapai 80 persen. Bahkan pada layanan pendidikan gratis mencapi 83 persen. Tapi terdapat 7,5 persen masyarakat yang kurang puas terhadap pelasan Rumah Sakit, yang artinya hanya 63 persen masyarakat yang puas terhadap pelayan Rumah Sakit,” ujar Aris.
Aris menambahkan pada bagian pelayanan umum ada 11 bidang yang survei yakni bidang infrsatruktur, ekonomi, pertanian dan perkebunan, perikanan dan kelautan dan bidang parawisata, kemudahan perizinan usaha, pemberian modal dan investasi hukum dan HAM, transportasi jalan, pengelolaan sampah, keamanan dan pengelolaan sampah.
“Masyarakat menunjukkan kepuasan pada 9 bidang diantaranya, sebanyak 62 persen mentakan paus dibidang pertanian dan perkebunan. Bahkan 75 persen masyarakat juga menyatakan puas terhadap tingkat keaman Enrekang. Perlu jadi perhatian khusu yakni bidang parawisata dan pengelolaan sampah,” jelasnya.
Bidang Pariwisata dan pengelolaan sampah masyarakat yang menyatakan puas dibawa 50 persen, sementara yang mengaku tidak puas atas pengelolan sampah di Bumi Massenrempulu sebanyak 15 persen.
“Jika MB ingin oppo, kedua bidang ini harus diperbaiki,” pinta Aris. (suka)

