BARRU, UJUNGJARI.COM — Pihak UPT SMA Negeri 1 Barru meminta kepada seluruh siswa berhati-hati dan mewaspadai modus operandi dari oknum penipu yang mencatut nama guru disekolah ini dengan meminta dikirimi pulsa untuk diuruskan bantuan dana BOS.
Sudah ada beberapa siswa di SMABAR yang menjadi korban penipuan dari modus yang dilakukan oknum tersebut. Pelaku melakukan aksinya dengan menyasar beberapa siswa kelas X.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa siswa yang mengaku menjadi korban sudah mengirimkan pulsa 100 hingga 400 ribu kepada pelaku yang mengatasnamakan salah seorang guru berinitial FR.
Guru ini awalnya mengetahui jika namanya dicatut, setelah dihubungi siswanya melalui watshap yang menyampaikan kepada gurunya.
Kata siswa itu kepada FR, Assalamu alaikum Pak. “Mohon maaf sebelumnya, tadi ada orang yang menelpon ke saya menyatakan bahwa saya memperoleh bantuan dana BOS dan mengatasnamakan bapak. Maaf pak apa benar itu?. Soalnya saya takut pak jika itu oknum penipu,” kata siswa itu ditirukan FR.
FR kemudian menjawab wa siswanya, “Tidak, jangan percaya itu dan sampaikan ke temannya bahwa informasi itu bukan dari pihak saya sebagai guru,” aku FR.
Seorang guru bahasa Inggeris berinitial Her juga mengaku dihubungi beberapa siswa kelas X bahwa dirinya sudah terlanjur mengirim pulsa ke oknum penipu tersebut.
“Akibat dari aksi oknum penipu ini, banyak siswa yang diperkirakan tertipu dengan modus untuk mengurus penerimaan bantuan dana BOS,” ujar Her.
Wakasek Kesiswaan UPT SMA Negeri 1 Barru, Tamrin saat dihubungi Rabu(25/8) membenarkan adanya beberapa siswa yang tertipu oleh aksi oknum yang tidak bertanggungjawab dengan menghubungi siswa untuk memperoleh bantuan dana BOS. Sudah ada tiga orang siswa melapor ke bagian Kesiswaan yang mengaku telah mentransfer pulsa kepada seseorang yang mengaku bisa mengurus bantuan dana BOS.
Ironisnya lagi, pelaku mengatasnamakan guru saat menghubungi siswa. Ada beberapa siswa kami yang terlanjur mengirim pulsa 100 ribu ke pelaku.
“Kami sudah ingatkan ke seluruh siswa SMABAR kalau ada yang mengatasnamakan guru sekolah ini dan meminta pulsa atau transfer dengan iming-iming beasiswa atau bantuan lain itu adalah informasi yang tidak benar atau hoax. Jadi jangan dipercaya, mohon teruskan info ini ke group kelas masing-masing karena sudah ada korban,” pungkas Tamrin. (Udi)

