ikut bergabung

Kiat Investasi Emas untuk Jangka Panjang

Ekonomi

Kiat Investasi Emas untuk Jangka Panjang

POLEWALI MANDAR,UJUNGJARI.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 15 Oktober 2021 di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Paham Untung Rugi dan Risiko Investasi Emas”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Fasilitator Gapura Digital Google Indonesia & dosen UIN Alauddin Makassar, Zulkarnaim Masyhur; Vice President Satu Tampa & dosen Universitas Teknologi Sulawesi Utara, Lady Grace Jane Giroth; kreator konten digital, Valentina Melati; serta praktisi pasar modal, Boby Rantow Payu.

Sedangkan sebagai moderator yaitu Shinta Ardhan. Kegiatan yang kembali diadakan di Polewali Mandar ini diikuti oleh 437 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, Zulkarnaim Masyhur hadir sebagai pemateri pertama yang menyampaikan tema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital”.

Menurut dia, sejumlah pekerjaan yang berkembang di era digital, antara lain copywriter & kreator konten, website developer, UI/UX designer, UX researcher, digital marketer, SEO specialist, social media specialist, data scientist, dan information security. Untuk dapat menjalani profesi tersebut, warganet bisa membekali diri lewat pendidikan formal, kursus keahlian, atau belajar secara otodidak.

“Usaha daring juga memiliki kelebihan seperti modal yang kecil, jangkauan lebih luas, jam kerja fleksibel, serta transaksi yang praktis,” ujarnya.

Selanjutnya, Lady Grace Jane Giroth menyampaikan paparan berjudul “Sosialisasi e-Market bagi Para Pelaku UMKM”. Ia mengatakan, hingga Kuartal-I 2021, transaksi e-dagang mencapai 548 juta transaksi atau senilai Rp 88 triliun. Tingginya angka tersebut merupakan kesempatan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk bertransformasi ke bisnis digital.

Pelaku usaha dapat mencari pelanggan baru misalnya melalui Google Bisnisku, meningkatkan kinerja lewat Gopay, serta memanfaatkan sosial media dan lokapasar untuk pengembangan usaha. “Agar sukses, letakkan hati Anda pada bisnis Anda, dan bisnis Anda di hati Anda,” pesan dia.

Pemateri ketiga, Valentina Melati, memaparkan materi bertema “Nabung atau Belanja Online”. Menurut dia, di balik kemudahan dan kenyamanan internet, godaan belanja daring kerap memicu pola hidup konsumtif.

Dampaknya, kata dia, seseorang berpotensi hidup boros bahkan terlilit hutang atau pinjaman daring. Oleh sebab itu, warganet harus lihai mengatur keuangan dengan membagi penghasilan untuk kebutuhan pokok, tabungan dan investasi, serta pengeluaran tambahan lainnya. “Seimbangkan antara menabung dan belanja daring,” tegas dia.

Boby Rantow Payu, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Emas: Investasi atau Hedging”. Ia mengatakan, investasi merupakan kegiatan yang tujuannya menjaga nilai kekayaan sekaligus meningkatkan. Sedangkan hedging berarti kegiatan yang bertujuan menjaga nilai kekayaan tanpa melihat potensi keuntungannya. Investasi emas lebih cocok untuk hedging jangka panjang sekitar 10 tahun.

“Untuk hedging, pilih emas murni bentuk koin atau batangan, hindari membeli emas perhiasan karena ada biaya pembuatan,” katanya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Shinta Ardan. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Nasir Masdar, bertanya tentang kiat berinvestasi untuk warganet yang memiliki dana terbatas. Menanggapi hal tersebut, Boby Rantow bilang, di era digital sudah ada kemudahan dalam berinvestasi. Bahkan, dengan setoran Rp100.000, seseorang sudah bisa memiliki akun di aplikasi broker.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Komentar Anda

Channel


Berita lainnya Ekonomi

Populer Minggu ini

Arsip

To Top