BARRU, UJUNGJARI.COM — Acara tradisi Mappalili (Penentuan turun sawah)  musim tanam 2021/2022 tingkat kecamatan Balusu digelar kelompok tani Samaturue dilingkungan Pacciro kelurahan Takkalasi.

Bupati Barru Suardi Saleh yang menghadiri Mappalili ini menyatakan merasa bersyukur kepada masyarakat lingkungan Pacciro. Lebih khusus kepada kelompok tani Samaturue atas kegiatan yang dilaksanakan untuk bermusyawarah dalam menentukan waktu turun ke sawah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan Mappalili ini patut diapresiasi karena warga masih mempertahankan dan merasa memiliki tradisi ini. Pemerintah kabupaten sangat mendukung agenda seperti ini. Sebab warga menghargai dan memiliki niat baik untuk menjaga budaya yang merupakan tradisi petani sebelum turun ke sawah,” kata Suardi.

Turut hadir dalam acara Mappalili ini, Ketua DPRD Barru Lukman T, Anggota DPRD Barru Syahrul Ramdhani, Kepala BPS Barru Misbahuddin S.E, Camat Balusu Andi Ika Syamsu Alam dan Kapolsek Balusu IPDA Andi Muhammad Arif.

Ditambahkan Bupati Barru Suardi Saleh bahwa Mappalili ini menjadi wadah masyarakat dalam menjaga kebersamaan dan membangun silaturahmi.

“Saya senang karena berada lagi ditengah masyarakat Barru  terkhusus petani Kecamatan Balusu yang melaksanakan acara Mappalili,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, Mapppalili merupakan acara urung rembuk pemangku kepentingan dalam rangka  membuat kesepakatan atau komitmen bersama dengan para petani untuk sepakat terkait waktu turun sawah, jenis benih hingga nanti waktu hambur, tanam higga panen. Kesemuanya itu bermuara kepada peningkatan hasil produksi pertanian.

Saya sangat mengetahui seluk beluk tradisi Mappalili karena saya lahir  dari keluarga petani sehingga banyak tau model bertani. Harapannya lahan-lahan kosong di Barru semua bisa ditanami kendati bukan padi, tapi  jenis palawija apapun bisa.

“Saya berharap Kepala Dinas Pertanian begitupun BPS memberikan data riil. Khawatirnya IP disebut tertinggi namun kenyataannya masih banyak lahan atau sawah yang belum terkelola,” harap dia.

Ia berharap dengan hasil Mappalili ini kita membuat kesepakatan untuk dipatuhi.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Ir. Ahmad MM mengatakan, hari ini menjadi berkah karena Mappalili diwarnai petir dan hujan. Hujan menghasilkan air sementara air sumber kehidupan.

“Kalau Balusu merupakan Kecamatan IP tertinggi di Kabupaten Barru. Mereka mampu mengoptimalkan lahan pertanian berdasarkan data BPS sehingga mampu meningkatkan hingga 61 persen”, tandasnya.

Mappalili ini juga hadir Kepala Desa se Kecamatan Balusu, Kepala Dusun Se Kecamatan Balusu, Para Kelompok Tani, Gapoktan Juru Jasa Budaya (JJB) Kecamatan Balusu.  (Udi)