ikut bergabung

LAKSUS Siap Kawal Proses Pembebasan Lahan Kereta Api

Muh Anshar

Berita

LAKSUS Siap Kawal Proses Pembebasan Lahan Kereta Api

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pembebasan lahan jalur kereta api, bagi kelompok “mafia tanah” merupakan lahan empuk untuk meraup keuntungan pribadi dan kelompoknya.

Dan tak menutup kemungkinan, mereka kolaborasi oknum aparat pemerintah dan tim pembebasan lahan ikut “bermain” untuk meraup keuntungan.

Berbagai modus pun bisa dilakukan, seperti memanfaatkan lahan tak bertuan dan potongan/guntingan sisah tanah yang terkena imbas pembebasan lahan kereta api.

Itu sangat rawan dimanfaatkan oknum-oknum tak bertanggungjawab, dan sangat memungkinkan akan melibatkan oknum lurah untuk legalitas alas hak lahan yang dimaksud.

Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulawesi Selatan (LAKSUS) Muh Anshar, mengatakan, pembebasan lahan seperti ini sangat rawan dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggungjawab. Merka pasti mencari celah untuk memuluskan misinya untuk meraup keuntungan pribadi dan kelompoknya.

Apalagi, lanjut Anshar, lahan yang akan dibebaskan di wilayah kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya, tidak sedikit tanah negara yang sangat mungkin dimanfaatkan para mafia tanah.

“Intinya di kelurahan. Kalau lurah dan PPAT kecamatan tidak teliti dan tidak berhati hati, bisa saja terjebak. Karena oknum mafia tanah pasti punya seribu jurus untuk memuluskan misinya. Apalagi terkait pembebasan lahan,” kata Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulawesi Selatan (LAKSUS) Muh Anshar.

“Camat dan lurah harus ekstra hati-hati terkait lahan yang akan dibebaskan di wilayahnya. Jangan tergiur dengan iming-iming, rawan sekali. Intinya jangan memberikan peluang kepada siapa pun yang datang untuk membuat keterangan tanah apalagi lokasi yang terkena pembebasan,” kata Anshar.

Modus lainnya, lanjut Anshar, para mafia tanah intens turun ke lapangan untuk mencari tahu warga yang tanahnya terkena imbas pembebasan lahan kereta api. Mereka menjadi broker dan memberikan iming-iming kepada warga, agar tanahnya mau di jual.

“Biasanya begtiu, banyak oknum mencari tanah warga yang terkena imbas dari pembebasan lahan, kemudian mereka tawarkan untuk membeli dengan harga murah. Nah mereka nantinya kemudian menyerahka ke pemerintah untuk dibebaskan dan dibayar diatas harga,” kata Anshar.

“Jadi banyak modusnya, makanya kalau Lurah dan tim pembebasan lahan tidak ekstra hati-hati, bisa saja kegiatan itu menimbulkan kerugian negera,” pungkasnya.

Anshar mengkau pihaknya akan megawal dan memonitoring pembebasan lahan kereta api di Makassar. Dan pihaknya tidak segan-segan akan melaporkan ke aparat penegak hukum jika terdapat oknum siapa saja yang mencoba “bermain” dalam kegiatan tersebut.

“LAKSUS akan mengawal itu, saya akan pantau dan akan melaporkan oknum siapa saja yang mau coba-coba bermain dalam proses pembebasan lahan kereta api,” tegasnya. (drw)

Komentar Anda

Channel


Berita lainnya Berita

Populer Minggu ini

Arsip

To Top