ikut bergabung

Jaga Bahasa Daerah dari Kepunahan, Balai Bahasa Gelar Festival

Sulsel

Jaga Bahasa Daerah dari Kepunahan, Balai Bahasa Gelar Festival

MAKASSAR, UJUNGJARI– Balai Bahasa Sulsel menggelar Festival Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra (Festival Bahasa Indonesia) tingkat SMP se-Provinsi Sulsel.

Festival ini digelar selama empat hari mulai 7 hingga 10 Desember 2021 di Hotel Novotel Makassar.

Festival yang diikuti 24 kabupaten/kota di Sulsel itu dibuka oleh Kepala Pusat Bahasa, Prof. E. Aminudin Aziz, kemarin malam.

Menurut Kepala Balai Bahasa Sulsel Zaenab mengatakan kegiatan ini sebagai upaya mengangkat harkat dan martabat bahasa daerah di Sulsel.

“Kegiatan tunas bahasa mendapat apresiasi sangat bagus Disdik kabupaten kota dalam mengangkat harkat dan martabat bahasa daerah yang mulai ditinggalkan penuturnya,” ungkapnya.

Dia menerangkan ada tiga kategori yang diperlombakan dalam festival tersebut. Yakni lomba pidato, baca puisi, dan dongeng, semuanya menggunakan bahasa daerah.

“Ada 161 peserta yang ikut festival ini. Mereka berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulsel,” ungkap Zaenab.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. E. Aminudin Aziz, langkah ini sebagai upaya pencegahan punahnya penutur bahasa ibu atau bahasa lokal yang tiap tahun menurun.

“Secara global penutur muda menurun jumlah penuturnya. Cara ini sebuah pendekatan baru membangkitkan semangat menggunakan bahasa ibu,”katanya.

Aminuddin melanjutkan, sasaran kegiatan ini merupakan siswa yang notabenenya berusia muda. Sebab merekalah yang akan banyak menggunakan bahasa di masa depan.

“Melalui sekolah karena di situ ada penutur muda, SD SMP SMA yang kemudian akan menjadi pengguna bahasa daerah aktif berbasis sekolah yang didukung masyarakat,”bebernya.

Aminuddin mengungkapkan, ada empat yang memengaruhi menurunkannya penutur bahasa, yang pertema, sikap bahasa, kedua migrasi dari wilayah lain, ketiga kawin silang antar etnis, keempat faktor bencana alam atau penyakit yang kemudian penutur meninggal.

“Festival bentuk apreasiasi semangat generasi muda dalam melestarikan bahasa daerah supaya mereka konsisten sekaligus mengecek sejauh mana keberhasilan pembelajaran ini,” pungkasnya.

Tahun depan pihaknya berencana untuk
membuat festival bagi para sastrawan khususnya dalam menulis dan berkarya dalam bahasa daerah. (*)

Komentar Anda

Channel


Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top