MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Mulai Senin (14/2), Kantor Wali Kota Makassar yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani ditutup untuk sementara (lockdown). Tak ada aktifitas berarti di kantor pemerintah itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penutupan dilakukan setelah ditemukan belasan pegawai terkonfirmasi positif covid-19. Termasuk Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi.

Berdasarkan pantauan, memang tak ada pegawai yang lalu lalang seperti hari-hari biasa. Suasana sepi menyelimuti kantor tersebut.

Pintu pagar ditutup. Kendaraan, baik roda dua maupun roda empat yang banyak terparkir di sekitar Balaikota juga tidak terlihat. Hanya beberapa unit motor yang terlihat di pekarangan sebelah timur. Beberapa Satpol PP yang sementara piket nampak berjaga.

Selama tiga hari ke depan, Balaikota tidak akan digunakan untuk pelayanan publik dan tempat berkantor para pegawai.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 011/48/S.Edar/BU/II/2022 terkait penutupan sementara Kantor Balaikota Makassar, lockdown dimulai Senin (14/2) hingga Rabu (16/2) mendatang.

Kendati balaikota tutup selama tiga hari, namun menurut Sekretaris Daerah Kota Makassar Muh Anshar, seluruh pegawai tetap bekerja dari rumah.

“Seluruh ASN dan NON ASN tetap mengaktifkan alat komunikasi (handphone) agar tetap dapat melakukan koordinasi,” ungkapnya.

Selain itu, selama penghentian/penutupan sementara, BPD Kota Makassar melakukan pembersihan dan penyemprotan dengan menggunakan cairan disinfektan di seluruh ruangan di Kantor Balaikota Makassar.

Selain Balaikota, Kantor Dinas Kesehatan Kota Makassar yang berlokasi di Jalan Adipura juga lockdown.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin menerangkan lockdown diberlakukan selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 14-16 Februari.

Alasan penutupan sementara kantor Dinas Kesehatan karena setelah melakukan skrining selama tiga kali terhadap 103 pegawai Dinkes, dari hasil swab PCR, ditemukan 25 pegawai yang terkonfirmasi positif covid-19.

“Sampai hari ini, kami masih melakukan skrining bagi teman-teman yang belum sempat diskrining pada saat kita melakukan skrining massal,” kata wanita yang akrab disapa dr Ida itu.

Dia menjelaskan, untuk setiap pegawai dinkes yang positif covid, akan dilakukan tracing terhadap 15 orang yang kontak langsung dengan bersangkutan.

“Nantinya akan dilakukan oleh pihak Puskesmas di setiap wilayah tempat tinggal masing-masing,” jelas dr Ida. (**)