MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kasus harian Covid-19 di Kota Makassar mengalami penurunan.

Kepala Dinas Kesehatan Makassar Nursaidah Sirajuddin mengatakan, jumlah kasus pada Minggu (20/2/2022) sebanyak 806.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengalami penurunan dari hari sebelumnya, Sabtu (19/2/2022) dengan 1.106 kasus.

Nursaidah menjelaskan, penurunan kasus dipengaruhi karena kurangnya tracing dan testing pada hari tersebut.

Jumlah tracing dan testing pada hari Minggu biasanya lebih sedikit dari hari kerja.

“Kasus turun hari ini karena kemarin hari Minggu, tracing dan testing tidak banyak seperti hari kerja,” beber Nursaidah Sirajuddin, Senin (21/2).

Ia berharap, angka positif Covid-19 di Makassar betul-betul mengalami penurunan.

Itu akan dibuktikan pada jumlah kasus yang akan dirilis besok.

“Kita liat sebentar yang dirilis besok, kalau memang turun berarti sudah ada penurunan yang betul-betul terjadi,” jelasnya.

Ida menambahkan, ada satu orang pasien yang meninggal dunia karena Covid-19.

Pasien tersebut adalah warga lanjut usia (lansia), umurnya 68 tahun.

Selain memiliki penyakit bawaan atau komorbid, yang bersangkutan juga belum pernah vaksin.

Hal senada disampaikan oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

Danny menyampaikan, selama gelombang ketiga pandemi tidak banyak warga yang meninggal dunia ataupun dirawat di rumah sakit.

Itu karena efektivitas vaksinasi telah bekerja, cakupan vaksinasi Makassar sudah cukup tinggi, diangka 91,92 persen.

Adapun pasien Covid-19 yang meninggal dunia memang karena punya penyakit komorbid dan belum divaksin.

“Rata-rata begitu, yang meninggal itu karena punya komorbid dan tidak vaksin,” tegas Danny.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk segera melengkapi dosis vaksinasinya.

Diketahui, kasus covid Sulsel pada Minggu (20/2/2022) sebanyak 1.160 kasus. (**)