BARRU, UJUNGJARI.COM — Sampai saat ini warga Barru yang sudah vaksin booster baru 3,51 persen atau sekitar 5 ribu orang . Data Ini berdasarkan data KPCPEN (Komite Penanganan Covid Pemulihan Ekonomi Nasional).
Capaian itu berbeda dengan data manual Satgas Covid Barru, yang hasil vaksin booster baru mencapai 4,02 persen atau sekitar 3.000 warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumlah tersebut diperkirakan bukan karena kesadaran tentang arti penting dari vaksin booster. Tetapi yang datang vaksin ke 3 itu lebih disebabkan karena kepentingan tertentu.
Seperti saat ini, kata Kepala Sekretariat Satgas Covid Barru ketika dikonfirmasi Rabu (20/4) menilai banyak ASN yang datang minta vaksin booster setelah adanya kebijakan Pemkab yang mempersyaratkan vaksin booster untuk pembayaran TPP ASN.
“Begitu pula dengan warga lain yang datang booster untuk melakukan perjalanan keluar dengan menggunakan pesawat terbang. Tetapi yang datang dengan kesadaran sendiri untuk melakukan vaksin ketiga masih sangat minim,” ujar Darwis.
Untuk meningkatkan persentase warga yang vaksin ketiga, lanjut Darwis, maka salah satu yang ditempuh pihak Pemkab dengan menerapkan persyaratan pembayaran TPP jika sudah melakukan vaksin ketiga (Booster).
Langkah lain yang akan diupayakan yakni akan membuka Posko Vaksin untuk pemudik diperbatasan kabupaten Barru dengan daerah lainnya.
“Saat ini Posko vaksin diperbatasan sudah dibahas melalui rapat koordinasi yang dilakukan pihak Polres Barru dengan Pemkab bersama instansi terkait, namun teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut,” pungkasnya.
Pernyataan serupa juga diakui Sekda Barru Abustan yang memimpin rakor bersama Kapolres Barru AKBP Yudha Wirajati.
Untuk sementara kita bahas penempatan Posko vaksin ketiga diperbatasan kabupaten Barru. “Jadi pemudik yang masuk ke wilayah Barru atau keluar dari Barru akan didata vaksin apa yang telah dilakukan. Jika belum melakukan vaksin booster, maka diminta segera vaksin ketiga,” kata Abustan. (Udi)

