MAKASSAR, UJUNGJARI–Setelah melakukan penelusuran, Aktivis Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (DPN-GNPK) akhirnya bersiap untuk melaporkan dugaan persekongkolan tender dalam proyek jembatan timbang Pallangga, Kabupaten Gowa.
“Kami menemukan adanya sinyalemen yang menjurus pada dugaan persekongkolan dalam memenangkan paket tender proyek Jembatan Timbang Pallangga,” tegas Wakil Ketua Umum DPN GNPK Pusat, Ramzah Thabraman, Selasa (26/07/2022).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Indikasi itu, kata Ramzah, kian diperkuat dengan adanya data kalau yang mengerjakan proyek itu diduga seorang tenaga ahli anggota DPR RI dari Dapil Sulsel 1.
“Pekerjaan proyek jembatan Timbang Pallangga masih dalam proses pekerjaan. Kami terus memantau terutama dari segi bobot serta kualitas pekerjaaan apakah sesuai spesifikasi atau tidak. Apabila di belakang hari ada pekerjaan yang melenceng pasti akan kami laporkan,” tegas Ramzah.
Selain proyek jembatan timbang Pallangga, kata Ramzah, GNPK juga akan melayangkan laporan ke aparat penegak hukum terkait sejumlah paket aspirasi anggota DPR RI yang digelontorkan di Kabupaten Gowa, Takalar dan Jeneponto.
Salah satu paket, kata Ramzah, terkait Program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI) yang juga diduga melibatkan oknum tenaga ahli itu. Salah satu proyek yang jadi atensi GNPK adalah penyaluran dana buat kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Nilai bantuan sebesar Rp195.000.000 untuk setiap kelompok.
Ramzah menyoroti soal jumlah dana yang diterima kelompok P3A. “Apakah sesuai dengan yang digelontorkan dengan jumlah dana yang dikelola kelompok. Datanya sudah kami kantongi,” tandas Ramzah. (*)

