MAKALE, UJUNGJARI–Tim gabungan Satgas PMK Tana Toraja sudah dua pekan ditarik dari Pos penjagaan. Ini bertanda jalur keluar masuk ternak bebas keluar masuk di Tana Toraja.
Sebelumnya pasca PMK merebak di daerah ini, Bupati Theofilus Allorerung memerintahkan Satgas yang diketuai Wabup Zadrak Tombeg menutup total perbatasan. Bahkan adu kerbau rangkaian rambu solo harus dihentikan atau ditunda sementara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Miris, meski PMK masih mewabah di Tana Toraja dan mengancam ternak warga, Satgas gabungan ditarik dari pos lantaran tidak ada anggaran.
Kondisi tersebut membuat mobilisasi ternak keluar masuk di Tana Toraja sudah tidak terkendali. Bahkan kerbau dua truk dari Jeneponto lolos di pos perbatasan Salubaranai Tana Toraja-Enrekang ke pasar hewan Toraja Utara. Untung Satgas PMK Toraja Utara bergerak cepat mengambil sikap sehingga kerbau 19 ekor di pulangakan ke daerah asal di Jeneponto.
Kapolres Tana Toraja, AKBP Juara Silalahi, sebelumnya membenarkan personel Polres Tana Toraja yang disiagakan di pos-pos PMK sudah ditarik. Baik di Pos Salubarani, maupun pos PMK lainnya di wilayah perbatasan Tana Toraja dengan kabupaten lain karena tidak ada anggaran. “Meski demikian, pihak Polres tetap siaga jika ada laporan kasus PMK, ” singkat Juara Sialalahi.
Dokter hewan Satgas PMK Tana Toraja, Learni Tumanan, yang dikonfirmasi Sabtu (13/8) melalui pesan singkatnya mengataka, hewan sembuh dan sakit di Tana Toraja sudah Zero.
Dibuktikan data (kumulatif) terkini perkembangan PMK di Tana Toraja yang di update hari Jumat (12/8/2022), hewan sakit 52, sembuh 50, dipotong bersyarat tidak ada, dilalulintaskan tidak ada, mati nol, Sisa Case 2, Vaksinasi hari ini 78, sehingga total hewan di tervaksinasi 1.158 ekor, imbuh Lerarni Tumanan. (agus)

