MAKALE, UJUNGJARI—DPRD Tana Toraja, Kamis (8/9) digeruduk dua gelombamg demo menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Gelombamg demo pertama dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menolak kenaikan BBM dinilai menyengsarakan masyarakat lantaran harga sembako juga merangkak harga naik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demo GMNI diterima Ketua DPRD Welem Sambolangi di pelataran gedung dewan.

Sementara gelombang demo kedua  dari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Tana Toraja Menggugat depan gedung DPRD Tana Toraja, mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian Polres Tana Toraja, dipimpin Kasat Sabhara, AKP Gunardi Munda, dan Kabag Ops Kompol Piter Marimbun.

Setelah para orator silih berganti orasi dampak negatif kenaikan BBM, kemudian negosiasi dengan aparat keamanan ahirnya pendemo diterima Ketua DPRD Welem Sambolangi, dan ketua Fraksi Hanura Andarias Tadan diruang lobi gedung dewan.

Welem saat terima aspirasi katakan,  tugas kami wakil rakyat menerima aspirasi untuk ditindaklanjuti ke instansi berwenang.

Kita sepakat hari ini baik Aliansi Pemuda, Mahasiswa Tana Toraja Menggugat maupun dewan setuju dan sepakat kenaikan BBM menyengsarakan masyarakat, imbuh Welem.

Sebelumnya Jendral lapangan demo, Sriwanus Erpi Balatau, menyampaikan 18 point aspirasi, sala satunya menolak kenaikan BBM, menindak  tegas mapia BBM, pemerataan pembangunan, dan melakukan pengawasan ketat kelangkaan BBM,” singkat Sriwanus. (agus)