MAKALE, UJUNGJARI–Rapat gabungan Komisi DPRD Tana Toraja dan pimpinan, Jumat (21/1) kemarin, diwarnai perdebatan sengit. Pasalnya, delapan tenaga honorer kesehatan yang belum lulus formasi 2022 menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengadu ke dewan. Dan dari hasil dialog,  dipastikan  formasi baru tahun 2023 dibuka untuk Puskesmas mereka bekerja.

Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Peningkatan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Tana Toraja sudah membuka formasi kepada 400 Nakes di semua Puskesmas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sangat terasa masih kurang Nakes garda terdepan di daerah ini, melakukan pelayanan, sehingga kami berjuang sekuat tenaga semua Nakes terakomodir alih status P3K,” terang Plt Kadinkes Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo, Sabtu (21/1).

Rudhy Andi Lolo mengatakan, tidak hadir di rapat gabungan komisi dengan pimpinan dewan, Jumat (20/1), sebab sedang konsultasi dan berjuang dengan BKPSDM perioritaskan formasi 8 Nakes tidak lolos P3K 2022 lalu.

Alhasil sudah ada formasi baru, termasuk semua Nakes masih status honor, apalagi kemarin hari terakhir tentukan formasi Nakes dibutuhkan daerah, ujar Rudhy.

Diwartakan kemarin, Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi, geram gebrak meja dan suruh ASN Dinkes pulang pastikan 8 Honda Nakes dibukakan formasi 2023 jadi P3K.

Nasib para tenaga honorer hendaknya tertolong. Jangan dirampas hak mereka demi pertimbangan kemanusiaan. (agus)