ikut bergabung

Longsor di Bontolerung, Satu Rumah Tertimpa, Lurah Sigap Ungsikan Penghuninya

TIMPA. Material longsor yang terjadi Senin malam tadi menimpa satu rumah warga di Lingkungan Bontote'ne, Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong. (foto/ist)

Sulsel

Longsor di Bontolerung, Satu Rumah Tertimpa, Lurah Sigap Ungsikan Penghuninya

GOWA, UJUNGJARI.COM — Lagi longsor terjadi di wilayah Kelurahan Bontolerung, tepatnya di Lingkungan Bontote’ne RT2/RW1 Bangkeng Tabbing, Kecamatan Tinggimoncong. Longsor terjadi pada Senin (13/2) sekira pukul 18.25 Wita.

Beruntung tidak ada korban jiwa sebab sebelum longsor menimbun rumah Uddin Goppo tersebut, aparat kelurahan yang sedari siang hingga petang melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan desa di kawasan Topidi sigap menyelamatkan penghuni rumah yang sedang berada dirumah karena hujan.

“Beruntung kita sudah ungsikan ke tempat lebih aman sebelum material longsor dari tebing sebelah meluncur kebawah tepat di rumah warga tersebut. Rumah warga kami bernama Uddin Goppo kini tertimbun dan rusak berat. Siangnya kami bersama warga lagi bersih-bersih material longsor di jalanan bagian atas karena memang sempat terjadi longsor kecil. Kami sudah evakuasi pemilik rumah yang ada di bagian terendah dari jalanan karena kami kuatirkan akan ada longsor susulan disebabkan cuaca kemarin cukup ekstrem. Hujan tidak berhenti, ” kata Lurah Bontolerung Ramli Kiyo saat dikonfirmasi, Selasa (14/2) pagi.

Dikatakan Ramli, dari kejadian longsor tersebut tidak ada korban jiwa dan korban benda yang terdampak hanya satu rumah permanen yakni rumah Uddin Goppo tersebut. Sementara Uddin Goppo bersama lima orang keluarganya kini masih diungsikan di rumah keluarganya yang lebih aman.

Baca Juga :   Pejabat Pegadaian Syariah Pangkajene Sidrap Diganti, Pejabat Baru Siap Tingkatkan Omzet 2023 Over Target

“Jadi dalam satu rumah itu sebanyak enam orang masing-masing Uddin Goppo sebagai kepala keluarga, Dg Naba (ayahnya Uddin), Manisi Dg Lummu (istri Uddin), dan tiga orang anaknya yakni Bima, Asrul dan Aidil, ” kata Lurah Bontolerung.

Poros jalan desa yang terkena longsor sepanjang 30 meter membuat akses jalan menuju desa seberang tertutup. Lokasi longsor tak jauh dari lokasi permandian alam air terjun Takapala. Akhir tahun 2022 lalu, tepatnya Sabtu 23 Desember pada pukul 03.00 Wita kawasan dekat air terjun takapala juga sempat longsor. Sedikitnya tiga rumah dan empat jiwa melayang. Satu warga Bontolerung dan tiga orang lainnya adalah pengunjung tempat wisata.

“Karena kondisi cuaca saat ini belum stabil maka kami imbau warga di sekitar titik rawan longsor untuk selalu waspada. Bahkan kami meminta jika kondisi sangat rawan dan tidak bagus agar segera mengungsi sementara ke rumah keluarga yang lebih aman. Ini kita lakukan untuk menghindari situasi tak memungkinkan bila hujan deras terjadi apalagi di malam hari, ” kata Ramli Kiyo. –

dibaca : 32



Komentar Anda

Berita lainnya Sulsel


Populer Minggu ini

Arsip

To Top