PINRANG, UJUNGJARI.COM — Satreskrim Polres Pinrang, Polda Sulsel menangkap seorang ayah berinisial BL yang tega rudapaksa anak kandungnya di bawah umur hingga hamil.
Kapolres Pinrang AKBP Santiaji Kartasasmita mengatakan, aksi bejat BL dilakukan sejak November 2022.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korbannya adalah anak kandung pelaku. Dari penuturan korban, ayahnya sudah merudapaksa sebanyak 4 kali sejak November 2022,” kata AKBP Santiaji Kartasasmita, Kamis (23/2/2023).
Kepada polisi, korban mengaku dirudapaksa sebuah di rumah gubuk.
Rumah gubuk tersebut berlokasi di tempat kerja ayahnya.
“Korban memberanikan diri menceritakan kejadian ini ke keluarganya. Pada awal Januari 2023, keluarga korban pun melapor ke kantor polisi,” tuturnya.
Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, BL akhirnya resmi ditahan pada Jumat (6/1/2023).
“Saat ini, pelaku sudah ditahan dan dititipkan di lapas. Kasusnya tinggal menunggu tahap dua,” ungkapnya.
Adapun barang bukti yang diamankan polisi yakni sepasang baju dan celana tidur berwarna hijau.
KRONOLOGI
AKBP Santiaji Kartasasmita menjelaskan petaka rudapaksa tersebut terjadi pada November 2022 silam.
Lokasinya di rumah gubuk tempat BL bekerja.
“Kejadiannya malam hari. Saat anaknya ini tidur. Tiba-tiba terbangun karena bapaknya meraba tubuhnya,” katanya.
Dikatakan, saat melakukan aksinya ini, pelaku mengiming-imingi anaknya dengan uang.
“Bapaknya bilang diam saja. Nanti saya berikan uang,” ujarnya.
Usai melakukan aksinya tersebut, pelaku memberikan anaknya uang Rp20 ribu.
“Anak ini ketakutan dan tidak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya.
KORBAN HAMIL 3 BULAN
Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Pinrang, Andi Bakhtiar Tombong mengungkapkan anak tersebut saat ini tengah hamil.
“Korban hamil. Usia kandungannya diperkirakan tiga bulan,” ungkapnya.
Sebelumnya, pihaknya juga menyurat ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI untuk meminta pendampingan terhadap korban.
“Sekarang sudah didampingi LPSK yang difasilitasi oleh kami. Pendampingan yang diberikan yakni layanan psikolog dan kesehatan hingga anak tersebut melahirkan,” imbuhnya. (Jaya)

