MAROS, UJUNGJARI.COM — Dinas Pendidikan Kabupaten Maros bekerjasama Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Maros dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP menggelar kursus mahir tingkat dasar bagi seluruh pembina Pramuka.

Kursus mahir dasar tersebut diikuti sedikitnya 32 kepala sekolah dan para alumni guru penggerak dari 21 Gugus Depan (tingkat SMP). Kegiatan yang akan berlangsung lima hari ke depan ini (hingga 15 Oktober) dibuka Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari, juga selaku Ketua Kwartir Cabang Maros, Selasa (10/10) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Bupati Maros Suhartina mengatakan Pramuka merupakan kegiatan nasional yang wajib dilakukan di semua satuan pendidikan dan sekolah. Untuk itu, kepala sekolah selaku pucuk pimpinan, perlu memiliki pemahaman terkait kepramukaan.

“Pembinaan mental, jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, sosial, kemanusiaan, semua ada di Pramuka. Sebagai pengambil keputusan di tingkat sekolah, kepala sekolah harus memberikan contoh teladan bagi staf, guru dan siswa-siswi di lingkungannya,” kata Suhartina.

Dikatakan Suhartina, kepramukaan di Kabupaten Maros dicita-citakan agar bisa lebih baik, semakin besar, dapat menjadi role model dan terfasilitasi dengan baik. Hal ini terbukti dengan beberapa gerakan selama tiga tahun masa kepemimpinannya.

“Saya bersama Pak Bupati sudah tiga tahun ini senantiasa mensupport kegiatan-kegiatan Pramuka baik melalui dana hibah, bangunan atau pun gedung-gedung kepramukaan, sekretariat kita pindahkan dan benahi, dan sekarang kita sementara membangun bumi perkemahan,” tambah Wabup Maros ini.

Dikatakannya lagi, kedepan, bumi perkemahan yang dibangun nanti tidak menutup ruang bagi organisasi kepemudaan lainnya.

“Karena berlandaskan azas kekeluargaan, maka kita tidak menutup ruang bagi organisasi-organisasi kepemudaan saat ingin melakukan kolaborasi. Termasuk jika ingin menggunakan bumi perkemahan asalkan positif,” kata Suhartina.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MKKS SMP Kabupaten Maros Syamsuddin menjelaskan, kursus mahir dasar dilaksanakan dalam rangka pembentukan profil pelajar Pancasila yang beriman, bertaqwa, berkepribadian, mandiri sebagaimana Dasa Darma.

“Sesuai Dasa Darma, bagaimana cara kita memberikan hal baru kepada anak didik kita. Yang sebelumnya kita nyaris 90 persen di kelas, sekarang berbagi waktu, tenaga dan pengalaman baru kepada anak-anak di luar kelas, seperti halnya kegiatan kepanduan ini,” kata Syamsuddin.

Dikatakan Syamsuddin, kegiatan kursus mahir dasar ini dilaksanakan dengan agenda kemah bersama dan beberapa materi penting kepanduan. –