TAKALAR,UJUNGJARI.COM–Firdaus Daeng Manye memulai aktivitasnya sebagai Bupati Takalar, Senin, 3 Maret hari ini. Sebelum beraktivitas di kantor bupati, Daeng Manye lebih dahulu memimpin upacara peringatan hari gugurnya pahlawan nasional Ranggong Dg Romo dan wafatnya Padjonga Dg Ngalle.

Bupati hadir didampingi langsung Wakil Bupati, Hengki Yasin. Kedatangan kedua pemimpin daerah disambut langsung Forkopimda dan diantar puluhan pelajar dengan iringan ganrang bulo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upacara berlangsung di lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar. Selain Wakil Bupati Takalar, hadir juga Forkopimda Takalar, Sekretaris Daerah Takalar, pimpinan OPD Takalar, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Takalar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Takalar, Ketua Legiun Veteran (LVRI) Cabang Takalar, para camat, kepala desa/lurah se-kabupaten Takalar dan staf lingkup pemerintah kabupaten Takalar.

Bupati Takalar dalam sambutannya mengatakan upacara ini merupakan momentum mengenang sejarah putra terbaik Takalar Ranggong Daeng Romo dan Padjonga Daeng Ngalle. Kedua tokoh ini telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI, setelah keduanya mencatatkan namanya dalam tinta emas sejarah perjuangan bangsa.

“Ia termasuk pejuang, sebagai patriot menegakkan dan membela Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Kedua tokoh ini adalah nasionalis sejati yang tidak diragukan lagi kecintaannya kepada NKRI. Ini menunjukkan bahwa sejak dulu orang Takalar adalah pembela NKRI dan cinta Tanah Air Indonesia dan juga membuktikan bahwa orang Takalar bukan penghianat bangsa,” katanya.

Bupati menambahkan bukan hanya jiwa nasionalisme tetapi juga jiwa sosial telah ditunjukkan oleh seorang Ranggong Daeng Romo yang selalu konsisten dalam memperjuangkan senasib sepenanggungan dengan sesama untuk hidup yang lebih baik, semasa perjuangannya ia turut mengorbankan semangat perjuangan untuk menentang Belanda.

Demikian juga dengan Padjonga Daeng Ngalle putra kelahiran Polongbangkeng Tahun 1901 yang dikenal sebagai pejuang yang cerdas dan pemberani. Terbukti ketika ia mengumumkan Polongbangkeng sebagai wilayah defacto negara RI, Padjonga Dg Ngalle sudah menunjukkan kecerdasannya berkat resolusi tersebut.

“Fakta sejarah telah membuktikan Takalar pernah maju melebihi daerah lainnya. Inilah yang harus mengilhami kita untuk merefleksikannya dalam bingkai Takalar Bisa, Maju dan Berkembang sebagaimana yang pernah ditunjukkan kedua Pahlawan Nasional,” tambah Bupati.

Ia berharap peringatan Hari Gugurnya Ranggong Dg Romo dan wafatnya Padjonga Dg Ngalle ini menjadi pemicu spirit semangat kita untuk terus bekerja keras, bekerja tuntas dan bekerja cerdas mengisi pembangunan daerah Takalar sesuai dengan peran dan fungsi kita masing-masing.

Usai upacara, bupati dan wakil bupati memimpin rapat koordinasi dengan jajaran pimpinan OPD Takalar. Selain membahas program kerja ke depan, bupati juga mengagendakan pelaksanaan safari ramadan. (pap)