GOWA, UJUNGJARI.COM — Sebanyak 25 anak yang merupakan perwakilan dari 15 kecamatan dan Forum Anak Tamalajjua se Kabupaten Gowa mulai mengikuti pembekalan persiapan pemilihan Duta Anak 2025. Para peserta ini sekaligus dikarantina dan dibekali edukasi OCSEA dan Mental Health yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa.
Pembekalan dan karantina ini dilaksanakan di Aryaduta Hotel Makassar pada Kamis (26/6) mulai pada pukul 13.00 Wita dan dibuka Kadis P3A Gowa Kawaidah Alham didampingi Sekdis Chaerani dan Kabid PPA Sutrawati Rasyid.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan pembekalan sekaligus karantina ini dipandu pemateri masing-masing Prof Dr Jufri seorang Psikolog (Kepemimpinan Tak Mengenal Usia) dan Andi Nurlela dari Unicef (Kesehatan Mental dan Pencegahan OCSEA Bagi Anak) serta Kadis PPPA Gowa Kawaidah Alham (Stop Kekerasan pada Anak dan Perlakukan Anak Sesuai Usia).
Dihadapan para finalis Duta Anak ini, Kawaidah menegaskan anak adalah masa depan bangsa. Anak harus diperlakukan sesuai umurnya. Anak itu adalah mulai berusia 1 tahun hingga 18 tahun. Anak harus bergembira.

“Kalau ada anak-anak yang tidak bergembira berarti dia punya masalah di rumahnya. Anak-anak punya hak kemerdekaan, dimana anak itu dominan punya sifat bermain. Menurut pakar, anak sampai umur 7 tahun itu tidak boleh diberi materi pelajaran yang berat. Di Sulsel khususnya di Gowa ada kebiasaan masih TK sudah dikasi PR, sudah harus bisa berbahasa Inggris dan matematika. Padahal sebenarnya di TK sampai kelas 2 SD itu, anak-anak belajarnya hanya bermain. Makanya kurikulum pendidikan diubah yakni anak harus bermain sambil belajar. Jangan paksa anak kita belajar di saat otaknya belum bisa, dan jelas akan timbul rasa bosan,” papar Kawaidah.
Dikatakan Kawaidah, seorang anak kalau di rumahnya suka tertekan maka karakternya pasti keras, misalnya suka membully, suka melakukan kekerasan dan lainnya.
Terkait pembekalan anak baik untuk forum anak maupun para peserta atau finalis Pemilihan Duta Anak, Kawaidah mengatakan, para peserta diberi kegiatan pembekalan yang kemudian akan menjadi rangkaian dalam pemilihan Duta Anak 2025.

“Hari ini mereka pembekalan untuk besok masuk final. Materi-materi yang dipaparkan pemateri akan teruji pada final. Jadi saya harap seluruh materi bisa diserap dengan baik karena seluruh materi yang didapatkan hari ini akan diujikan kembali pada final pemilihan Duta Anak. Jadi intinya, Anak anak di karantina ini dibekali berbagai ilmu seperti dilatih public speaking dan sebagainya. Harapan kita bersama yakni anak terlindungi, Gowa maju. Bersama cegah kekerasan dan wujudkan lingkungan ramah anak, ” tambah Kadis PPPA ini.
Sebelumnya, ketua panitia pelaksana Al Farrel Danendra mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai rangkaian pemilihan Duta Anak tahun ini.
Farrel menyebutkan, pemilihan duta anak ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar Dinas PPPA Gowa. Dalam kompetisi ini, memilih empat duta anak yang akan mewakili Gowa ke jenjang provinsi hingga nasional.
“Cermati dan pahami seluruh materi yang diberikan, sebab ini adalah kompetisi, ” urai Farrel yang juga adalah Duta Anak 2024. –

