MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Komunitas pemulung tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Antang dan komunitas anak nelayan memiliki keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan yang memadai, termasuk kesehatan reproduksi.

Hal ini menempatkan remaja di komunitas tersebut pada kerentanan yang lebih tinggi terhadap masalah kesehatan reproduksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi kondisi itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) melaksanakan Edukasi Keseharan Reproduksi Remaja pada Kamis (14/8/2025) di Hotel Royal Bay.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3A Kota Makassar, Isnaniah Nurdin menerangkan, edukasi itu menjangkau remaja dari kedua komunitas itu untuk memberikan pemahaman dan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Innang, sapaan akrab Isnaniah mengatakan, remaja merupakan fase krusial dalam perkembangan individu .

“Fase itu sangat krusial bagi pengembangan individu. Mereka mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial,” ungkap Innang.

Kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi, lanjut dia, dapat menyebabkan berbagai risiko, seperti kehamilan tidak diinginkan, penularan infeksi menular seksual(IMS), dan kekerasan seksual. edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif sangat penting untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang bertanggung jawabterkait kesehatan reproduksi mereka.

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Makassar, drg Ita Isdiana Anwar mengatakan melalui kegiatan ini, mereka akan belajar banyak hal.

Mulai dari memahami sistem reproduksi dan fungsinya, pubertas dan perubahan yang terjadi pada tubuh, hingga kesadaran akan resiko dan pencegahan infeksi menular seksual (IMS).

“Kalian juga dibekali pengetahuan tentang kehamilan yang tidak diinginkan dan pentingnya perencanaan keluarga , serta didorong untuk memiliki perilaku seksual yang aman dan bertanggung jawab,”
kata wanita yang akrab disapa Dokter Ita.

Tidak kalah penting, lanjut dia, mereka juga dilatih untuk memiliki keterampilan dalam menolak ajakan yang dapat merugikan kesehatan reproduksi kalian.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan itu diantaranya
Nurfitriana, Makmur, Andi Sri Wulandani, dan Junardi. (rhm)