JAKARTA,UJUNGJARI.COM–Badan Gizi Nasional (BGN) genap berumur satu tahun, Jumat (15/8/2025). Ulang tahun perdana ini terasa spesial karena BGN secara resmi menempati kantor pusat di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Ketua Umum Forum Komunikasi Satuan Pelayananan Pemenuhan Gizi Seluruh Indonesia (FORKOPAGSI) Dr H Sindawa Tarang.,S.H.,M.M.,M.H. yang turut hadir menyampaikan harapan semoga dengan adanya kantor baru dan satu tahun berjalan membawa pengelolaan Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, sesuai target yang ditetapkan sebanyak 82,9 juta penerima manfaat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dirgahayu BGN ke-1. Selamat dan sukses buat BGN dan semoga Kepala Badan Bapak Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana sukses dan sehat selalu dalam menakhodai BGN,” ujar Sindawa Tarang yang juga Ketua Badan Pusat Pemberdayaan Pendidikan Pelatihan dan Advokasi Pemerintahan Desa Indonesia (BP4APDI) itu.

Selain menyampaikan ucapan selamat HUT yang pertama bagi BGN dia juga menyampaikan rasa hormat, salut dan sangat mengapresiasi Kepala Badan Gizi Nasional serta seluruh jajarannya yang telah bekerja keras dengan baik, memberikan edukasi serta melakukan pemantauan dan pengawasan secara rutin ke setiap SPPG sehingga kami para pelaku dapat
terbantu dan terfasilitasi dalam melaksanakan program ini.

“Kami juga siap melaksanakan dokumen Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) sebagai panduan operasional bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia,” lanjut pria yang akrab disapa Bung ST itu.

ForkopagsI sebagai ujung tombak dan mitra utama pemerintah khususnya Badan Gizi Nasional siap mengawal dan mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto agar MBG dapat menjangkau sedikitnya 80 juta siswa, ibu hamil, dan balita, yang akan menerima manfaat asupan gizi optimal melalui SPPG yang dibangun di seluruh negeri.

“Kita ikut terpanggil berkontribusi membangun generasi Unggul yang tumbuh dari anak yang sehat, gizi terpenuhi, Kita hilangkan stunting melalui MBG. Program MBG bukan sekedar makan gratis tapi merupakan investasi jangka panjang dan salah satu fondasi untuk memperkuat generasi unggul bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” katanya lagi.

Sindawa menambahkan hingga saat ini, sekitar 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang tergabung dalam wadah Forkopagsi dan beroperasi di seluruh Indonesia. SPPG ini telah menyerap kurang lebih 290.000 pekerja baru atau lapangan kerja baru. Selain itu juga melibatkan petani, pelayan, serta pelaku UMKM.

“Tentunya ini mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa. ujar mantan pimpinan Kepala Desa Seluruh Indonesia selaku Ketua Umum DPP Apdesi dua periode ini,” tambahnya.

Sekjen DPP Forkopagsi Drs H.Akhmad Hidir yang juga hadir ditanya tentang masalah yang timbul selama pelaksanaan MBG. Hidir mengakui hingga saat ini masih ada masalah yang perlu diperbaiki secara bersama-sama dalam pelaksanaan MBG. khususnya kami dari para mitra senantiasa membangun komunikasi dengan teman-teman SPPG yang ada di seluruh Indonesia agar dapat memperbaiki manajemen, tata kelola, peningkatan SDM termasuk pembangunan fisik dapur, pengelolaan rantai pasok dan pelatihan.

“Oleh karena itu dibutuhkan fasilitasi pelatihan peningkatan kafasitas manajemen pengelolaan SPPG bagi pengelola SPPG agar dapat berkontribusi besar dan maksimal dalam mendukung dan mensukseskan program pemerintah dalam mempersiapkan dan membangun generasi unggul melalui MBG ini,” ujar Ketua Yayasan Al Husen Kabupaten Serang Banten yang juga mantan pimpinan Kepala Desa Se Propinsi Banten ini.