MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pendaftaran untuk seleksi terbuka atau lelang jabatan eselon II lingkup Pemkot Makassar sudah ditutup Senin (18/8) pukul 16.00 wita sore.
Tercatat total pelamar yang memasukkan berkas sebanyak 47 orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda saat dihubungi kemarin menerangkan para pelamar tersebut berada dari berbagai daerah. Termasuk dari luar Kota Makassar.
Ada yang dari Jember Provinsi Jawa Timur, Sangir Talaud, Toraja Utara, Pangkep, Takalar, dan sejumlah daerah lainnya.
“Jadi yang mendaftar itu tercatat sebanyak 47 orang. Mereka dari berbagai daerah. Ada yang dari Takalar, Pangkep, bahkan ada dari luar Sulsel juga ada,” beber lelaki yang akrab disapa Zul.
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar itu mengatakan berkas lamaran yang masuk baru akan diverifikasi apakah nantinya lolos ke tahap berikutnya atau tidak.
Rencananya, verifikasi berkas baru akan dilaksanakan hari ini. Selasa (19/8).
“Yang saya sebutkan itu baru jumlah pelamar yang mendaftar yah. Kita belum pastikan akan mereka lolos pada tahapan verifikasi berkas atau tidak,” imbuhnya,
Sesuai aturan, para pelamar bisa membidik maksimal tiga jabatan yang dilelang.
Khusus untuk pejabat lingkup Pemkot Makassar harus mendapat surat rekomendasi langsung dari Wali Kota Makassar terkait keikutsertaannya pada seleksi terbuka ini.
Selain itu, pendaftar juga harus mengantongi surat untuk tes kejiwaan dari rumah sakit yang berkompeten.
Zul menegaskan, lelang jabatan ini memang dibuka secara umum. Siapapun yang dianggap memenuhi syarat bisa mendaftar.
Ada sembilan jabatan kosong yang akan diperenutkan melalui lelang jabatan ini.
“Ada 9 jabatan yang kosong di SKPD Pemkot Makassar setingkat eselon II. Ke-sembilan jabatan ini tentunya masih diisi sementara oleh pelaksana tugas,” ujar Andi Zulkifli.
Sembilan jabatan tersebut diantaranya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah.
Kepala Dinas Penataan Ruang, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DamkarMat), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Daya), dan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan).
Ketua tim seleksi lelang jabatan itu menerangkan selain dirinya, sejumlah tokoh profesional dan akademisi masuk dalam jajaran tim seleksi.
Diantaranya, Muhammad Idris, Marwan Mansur (Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan), Prof. Aswanto, Prof. Batara Surya dan sejumlah Tim Tenaga Ahli Wali Kota Makassar.
Lanjut, tahapan seleksi meliputi penelusuran rekam jejak, pembuatan makalah, serta asesmen potensi dan kompetensi, wawancara, dan penetapan hasil.
Rentetan seleksi lelang jabatan di buka mulai tanggal 4 hingga 18 Agustus 2025. Selanjutnya, penelusuran rekam jejak mulai dilaksanakan pada 19 Agustus, disusul dengan penilaian makalah pada 21 Agustus.
“Asesmen potensi dan kompetensi akan bekerja sama dengan pihak Lembaga Administrasi Negara (LAN) Kota Makassar,” tandas Zulkifli.
Lebih rinci, Zul menyampaikan seluruh persyaratan, jadwal lengkap, dan dokumen administrasi dapat diakses melalui laman resmi Pemerintah Kota Makassar dan makassarkota.go.id dan asncareer.makassar.go.id.
“Pengumpulan berkas diinput secara online melalui platform ASN Career Pemkot Makassar,” tambahnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pengisian jabatan yang kosong harus segera dilaksanakan untuk memaksimalkan jalannya roda organisasi pemerintahan.
Proses pengisian jabatan akan terus bergulir hingga semua jabatan yang kosong. Dimulai dari eselon II, III, IV, hingga kepala sekolah tidak boleh lagi ada yang kosong.
Dia menargetkan paling lambat akhir September atau awal November, semua yang kosong sudah terisi.
“Jadi pengisian jabatan lowong ini berproses. Kita mulai dulu dari jabatan eselon II. Selanjutnya jabatan eselon III termasuk untuk camat dan kepala bagian, jabatan eselon IV seperti lurah, hingga posisi-posisi untuk kepala sekolah, termasuk jabatan kepala puskesmas,” bebernya.
Appi, sapaan akrabnya, menekankan pihaknya sengaja melakukan penyegaran dengan menempatkan orang-orang yang sesuai kapasitas dan kapabilitasnya. Tidak perlu lagi bawa faktor-faktor lain untuk menduduki sebuah jabatan.
“Intinya pengisian jabatan akan dilakukan sesuai dengan mekanisme. Bukan karena faktor-faktor lain,” tandasnya.
Seleksi ini akan melalui lima tahapan utama, yaitu. Penelusuran rekam jejak, Penulisan makalah, Asesmen potensi dan kompetensi (bekerja sama dengan lembaga asesmen atau LAN RI), Wawancara langsung, penetapan dan pengumuman hasil seleksi.
Komponen penilaian dalam seleksi ini mencakup.Seleksi Administrasi: 20%, Penulisan Makalah: 20%, Asesmen Kompetensi: 25%, Wawancara: 35%
Syarat umum bagi peserta seleksi, antara lain. Berusia maksimal 56 tahun, Pendidikan minimal S1 (atau setara Satu), Jabatan struktural eselon IIIA dan IIIB dengan masa jabatan tertentu dapat mengikuti jabatan fungsional juga diperbolehkan mengikuti, dengan masa jabatan minimum 2–3 tahun tergantung level.
“Tiga peserta terbaik dari masing-masing posisi akan diajukan ke Wali Kota Makassar untuk dipilih satu nama sebagai pejabat definitif,” tukasnya. (rhm)

