MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Jurnalis foto Makassar, Muhammad Idham Ama berhasil meraih gelar doktor di bidang ilmu komunikasi pada program Pascasarjana Universitas Hasanuddin.

Idham yang dibimbing Dr Das’ad Latif dan Dr Muliadi Mau berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Eksistensi Jurnalis Foto di Era Digital” dalam ujian promosi doktor yang berlangsung di Hotel Unhas Makassar, Rabu (3/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penelitiannya, mantan jurnalis foto Harian Fajar Makassar itu mengatakan teknologi digital telah membawa banyak perubahan signifikan dalam bidang jurnalistik.

Khususnya jurnalis foto, di era teknologi digital jurnalis foto mengalami perubahan peran, menghadapi berbagai tantangan.

Salah satunya dengan munculnya AI yang kemudian hal ini berdampak pada peluang jurnalis foto di masa depan.

“Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi, tantangan, pemanfaatan teknologi AI dan peluang jurnalis foto di era digital,” kata Idham.

Adapun jurnalis foto yang menjadi objek penelitian ialah yang tergabung dalam Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Makassar.

Maetode.Penelitian ini menggunakan paradigma fenomenologi, tipe penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.

Idam mengatakan hasil penelitian ini menunjukkan eksistensi jurnalis foto di Makassar menurun di era digital. Hal ini disebabkan terjadinya disrupsi media, dimana munculnya platform digital dan media sosial yang mengubah cara konsumsi berita dan informasi visual di era digital lebih mudah diakses secara daring.

Di sisi lain eksistensi jurnalis foto mengalami penurunan disebabkan dengan pengurangan SDM dalam bidang jurnalis foto.

Jurnalis foto menghadapi banyak tantangan seperti pekerjaan jurnalis yang diambil alih oleh jurnalis warga dan reporter.

Jurnalis foto mengalami perubahan peran, dintuntut multitasking, dituntut menjaga ekslusif gambar, dan menampilkan foto investigatif agar terdapat pembeda antara foto jurnalis warga, reporter dan jurnalis foto.

Jurnalis foto mendapat ancaman dengan hadirnya AI. Selain itu juga mendapat tekanan untuk mempertahankan etika dan profesionalisme dalam menyajikan berita visual.

Di era teknologi digital, kata Idham, jurnalis foto telah menggunakan AI untuk membantu pekerjaan jurnalis foto dalam proses pengumpulan data pada pra liputan.

AI yang digunakan jurnalis foto diantaranya ChatGPT, Deepseek, Meta, Google Search dan Gemini.

Meskipun eksistensi jurnalis foto mengalami penurunan, dan jurnalis foto menghadapi berbagai tantangan namun tidak menutup peluang jurnalis foto di era digital.

Salah satu sektor yang memberikan peluang besar pada jurnalis foto ialah dalam bidang olahraga.