GOWA, UJUNGJARI.COM — Puluhan lansia (lanjut usia) yang menjadi binaan Sekolah Anrong Salama’ Sikatutui (ASS) memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam (SAW).
Para lansia tersebut, begitu sumringah dan bergembira. Selain karena bisa mendengarkan tausiyah ustadz Salahuddin Rahman Al Ayyubi dengan khusyuk juga karena mereka secara kompak bisa menyelenggarakan maulid Rasulullah dan berpartisipasi aktif didalamnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini digelar di alam terbuka di Dusun Biring Bonto, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini terbilang unik karena menyulap gazebo menjadi mimbar untuk ustadz Salahuddin menyampaikan tausiyahnya pada Minggu (14/9) pada pukul 08.30 hingga 10.00 Wita.
Usai mendengarkan tausiyah tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW dan penguatan hubungan antar sesama serta penguatan iman terkhusus para lansia, Kepala Sekolah Lansia Anrong Salama Sikatutui Sitti Rohani mengatakan pelaksanaan maulid ini murni gagasan dari para lansia peserta sekolah ASS.

Setelah belajar, jelas Rohani, para lansia merancang ingin ngumpul sambil makan bersama dan lebih memperkuat hubungan silaturahmi antar lansia.
“Lahirlah gagasan maulid ini dan jadilah acara maulid ini. Alhamdulillah mereka semua bersemangat dan melaksanakan kegiatan dengan rapi, ” kata Rohani.
Ditambahkan Pengiat Sosial ini, lansia binaan Sekolah ASS sebanyak 50 orang. Peserta binaan tinggal menyebar di Kecamatan Pattallassang ada dari Desa Timbuseng, Desa Borang Pa’la’la, Desa Pattallassang dan Desa Pallantikang.
Dalam aktivitas sekolah ini cara belajarnya tidak seperti layaknya di bangku-bangku sekolah umum. Karena siswanya adalah lansia maka pembelajaran pun beda.
“Belajar para lansia ini bukan calistung atau membaca menulis dan menghitung tapi para lansia ini belajar berdasarkan kurikulum sendiri. Salah satunya adalah belajar terkait kesehatan. Jadi dalam sebulan setiap minggu pertama mereka diperiksa gulanya, tekanan darahnya, kolesterolnya oleh tim medis Puskesmas. Pelajaran lainnya adalah penyuluhan agama dari tim penyuluh kantor KUA. Kemudian praktek pemanfaatan sampah dapur seperti eko enzim yang dipandu tim penyuluh pertanian, ” jelas Rohani.
Selain itu, para lansia mengikuti senam lansia. Tujuannya sebagai anti stroke, kesehatan otak, daya ingat dan tujuh dimensi lansia tangguh.
Sekolah lansia Anrong Salama Sikatutui ini didirikan pada 8 Juli 2025 lalu
dengan tempat belajar terletak di Jl Perumahan Griya Darussalam yang merupakan kawasan kebun milik Sitti Rohani sendiri.
Banyak pembelajaran yang dirasakan, baik secara personal maupun sebagai pengelola sekolah bagaimana memahami diri dan orang serta sekitar lebih bijak.
“Banyak hal dan manfaat yang lansia peroleh setelah masuk sekolah ini. Mereka mendapat perhatian bukan hanya belajar tentang kehidupan dan bagaimana menjalankan kehidupan itu tapi juga mereka mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, senam dan mendapatkan perhatian dari Dinas Sosial, ” tambah Sitti Rohani didampingi Annisa Dg Memang selaku Sekretaris Sekolah ASS. –

