TAKALAR,UJUNGJARI.COM–Desa Bontokaddopepe di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar memiliki keunikan dibandingkan dengan desa-desa lainnya. Secara administratif, desa ini milik Kabupaten Takalar, namun secara geografis terkepung oleh wilayah Kabupaten Gowa.
Dibatasi oleh Kecamatan Bajeng dan Barombong di Gowa, desa ini seolah menjadi enklave unik atau wilayah asing yang tertanam di jantung kabupaten tetangga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fenomena ini bukan sekadar kekeliruan administratif, melainkan bagian dari sejarah pembentukan wilayah yang panjang dan kompleks.
Mustakim Hasyim Daeng Nialang, seorang pemerhati budaya Sulawesi Selatan, menyebut bahwa fenomena seperti ini sangat jarang ditemukan, bahkan di tingkat dunia.
“Desa ini benar-benar unik. Secara administratif dia milik Gowa, tapi secara geografis berada sepenuhnya di tengah Takalar. Ini bagian dari sejarah panjang pemekaran wilayah,” ujarnya.
Desa Bontokaddopepe merupakan salah satu dari sembilan desa di wilayah Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Wilayah Desa Bontokaddopepe terdiri dari 3 dusun yaitu yaitu Dusun Bontoa Utara, Dusun Bontoa Tengah, dan Dusun Bontoa Selatan. Ketiga dusunnya awalnya adalah bagian dari Desa Bontolanra. Namun setelah Desa Bontolanra mengalami pemekaran wilayah, ketiga dusun ini membentuk Desa Bontokaddopepe.
Desa yang memiliki penduduk sekira 1.271 jiwa itu memiliki banyak potensi sumber daya alam. Selain pertanian, sebagian masyarakatnya juga mengembangkan budi daya perikanan. Desa Bontokaddoepe saat ini dipimpin kepala desa, HM Jabir. (pap)

