MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Seleksi calon kepala sekolah (kepsek) jenjang SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Sulawesi Selatan kini memasuki tahap akhir, yakni tahapan wawancara. Proses seleksi ini dipastikan berjalan ketat, transparan, dan bebas dari praktik nepotisme.
Dari total sekitar 900 guru yang mengajukan berkas pendaftaran, sebanyak 541 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap selanjutnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Sub Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Fachruddin, menjelaskan bahwa sebelumnya sebanyak 12.392 guru menerima undangan untuk mengikuti seleksi calon kepala sekolah. Namun, dari jumlah tersebut hanya 900 guru yang memasukkan berkas pendaftaran.
“Dari 12.392 guru yang diundang mengikuti seleksi calon kepala sekolah, hanya 900 yang memasukkan berkas. Setelah melalui seleksi administrasi, tersisa 541 orang yang dinyatakan memenuhi syarat,” ujar Andi Fachruddin.
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara objektif dan profesional. Menurutnya, tidak ada ruang bagi praktik nepotisme dalam proses penentuan calon kepala sekolah.
“Seleksi ini berjalan ketat dan transparan. Tidak ada nepotisme. Semua peserta dinilai berdasarkan kompetensi, kinerja, dan kelengkapan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Andi Fachruddin menambahkan, seleksi kali ini membuka peluang besar bagi guru-guru muda dan wajah baru untuk menduduki jabatan kepala sekolah. Hal ini seiring dengan berakhirnya masa jabatan sejumlah kepala sekolah di Sulawesi Selatan.
“Terdapat 108 kepala sekolah yang masa jabatannya telah berakhir karena sudah menjabat dua periode atau delapan tahun. Selain itu, saat ini juga masih terdapat 103 pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah,” jelasnya.
Ia berharap, melalui proses seleksi yang profesional dan akuntabel ini, akan terpilih kepala sekolah yang berintegritas dan mampu meningkatkan mutu pendidikan di Sulawesi Selatan. (drw)

