MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Rencana pembangunan stadion internasional di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, mulai berdampak signifikan terhadap nilai ekonomi di sekitarnya. Salah satu dampak paling terasa adalah melonjaknya harga tanah milik warga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga tanah di sekitar lokasi rencana stadion Untia mengalami kenaikan drastis dalam beberapa bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika sebelumnya harga tanah masih berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp800 ribu per meter persegi, kini nilainya melonjak hingga menembus Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per meter persegi.

Kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya minat investor dan spekulan tanah yang melihat potensi kawasan Untia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Makassar bagian utara.

Selain stadion internasional, kawasan ini juga dinilai strategis karena dekat dengan pelabuhan, akses jalan utama, serta pengembangan kawasan industri dan permukiman.

Salah seorang warga pemilik lahan di Untia, Rahman (45), mengaku merasakan langsung dampak rencana pembangunan stadion tersebut. “Dulu tanah di sini susah laku, harganya paling tinggi Rp500 ribu per meter. Sekarang sudah banyak yang datang menawar, bahkan ada yang berani di atas Rp1 juta,” ujarnya saat ditemui, Selasa (6/1/2026).

Hal senada disampaikan Nurhayati, warga lainnya, yang menyebut kenaikan harga tanah menjadi peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat lokal. “Kami senang karena harga tanah naik, tapi juga khawatir kalau nanti pajak naik atau kami terdesak menjual karena biaya hidup ikut meningkat,” katanya.

Warga berharap pemerintah kota tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar, khususnya terkait kepastian hukum lahan, pengendalian harga, serta keterlibatan warga lokal dalam dampak ekonomi pembangunan stadion internasional tersebut.

Rencana pembangunan stadion internasional Untia sendiri diharapkan tidak hanya menjadi ikon olahraga baru di Makassar, tetapi juga mampu mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Biringkanaya dan sekitarnya.

Pengamat properti dan tata kota Universitas Hasanuddin, Dr. Ir. Ahmad Faisal, MURP, menilai kenaikan harga tanah di sekitar rencana pembangunan stadion internasional Untia merupakan fenomena wajar dalam dinamika pembangunan kota.

“Setiap proyek infrastruktur berskala besar pasti memicu ekspektasi pasar. Stadion internasional bukan hanya fasilitas olahraga, tetapi juga magnet ekonomi yang mendorong naiknya nilai lahan di sekitarnya,” jelasnya.

Namun demikian, Ahmad Faisal mengingatkan agar pemerintah daerah tetap melakukan pengendalian agar lonjakan harga tanah tidak berdampak negatif bagi masyarakat lokal.

“Jika tidak diatur dengan baik, masyarakat asli bisa terpinggirkan akibat kenaikan pajak dan biaya hidup. Pemerintah harus memastikan ada perlindungan bagi warga, termasuk kepastian status lahan dan akses terhadap manfaat ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik, Rizal Ramliuddin, menilai pentingnya transparansi dan perencanaan matang dalam proyek stadion tersebut.

“Pembangunan stadion harus dibarengi dengan rencana tata ruang yang jelas, agar tidak memicu spekulasi berlebihan. Jika dikelola dengan baik, kawasan Untia bisa berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru tanpa mengorbankan warga,” ujarnya.

Para pengamat sepakat, rencana pembangunan stadion internasional Untia memiliki potensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi Makassar bagian utara, namun perlu diiringi kebijakan yang berpihak pada masyarakat agar dampaknya berkelanjutan dan merata. (**)