GOWA, UJUNGJARI.COM — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gowa dalam waktu dekat akan menggelar musyawarah daerah (Musda) tahun 2026.

Musda ini direncanakan digelar pada pertengahan Januari 2026 di Gedung Wanita Sungguminasa dan akan diikuti seluruh pengurus dan anggota DWP baik tingkat kabupaten maupun kecamatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait persiapan ini, Ketua DWP Gowa Suryanti Andy Azis kepada BKM, Jum’at (9/1) siang mengatakan, DWP yang memiliki program strategis pada tiga bidang yakni bidang pendidikan, bidang ekonomi dan bidang sosial budaya akan lebih memaksimalkan perannya dalam ketiga program inti ini.

Apalagi kata Suryanti, DWP tidak ada anggaran khusus dalam berkegiatan sehingga pihaknya terbuka untuk dilibatkan Pemkab Gowa khususnya oleh para SKPD (satuan kerja perangkat daerah) dalam setiap kegiatannya yng mencakup pendidikan, sosial budaya dan ekonomi.

“DWP tidak punya budget anggaran untuk menopang seluruh kegiatan. Karena itu kami membuka ruang agar DWP selalu bisa dilibatkan dalam setiap program pemerintah seperti dalam penanggulangan stunting yang menjadi isu nasional juga kami hadir membantu sembako untuk sejumlah keluarga miskin ekstrem (KME) dan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan sosial lainnya, ” kata Suryanti.

Istri Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter ini juga mengatakan bahwa, DWP adalah mitra strategis pemerintah jadi mendukung penuh yang menjadi program pemerintah seperti penanggulangan stunting dan kemiskinan ekstrem, juga masalah pendidikan.

“Khusus untuk bidang pendidikan, DWP punya tagline nasional tahun ini yakni peran strategis DWP dalam pendidikan anak bangsa untuk Indonesia Emas 2045.. #mendidik dengan hati menginspirasi negeri, ” tambahnya.

Untuk Musda sendiri, kata Suryanti, rumusan program tidak akan berbeda bahkan lebih menuju keberlanjutan dan itu akan dirumuskan nanti dalam Musda bulan ini.

Sementara terkait keanggotaan, DWP Gowa kini memiliki jumlah anggota aktif sebanyak 90 orang termasuk anggota DWP kabupaten hingga kecamatan. Disinggung soal status keanggotaan DWP bagi para istri Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menurut Suryanti, hingga saat ini belum ada tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) DWP.

Tapi menurutnya, kemungkinan itu akan menjadi bahan pertimbangan ke depannya. Dan itu, tambah Suryanti, tergantung hasil keputusan DWP pusat nanti. “Kami hanya tergantung pada keputusan DWP di tingkat nasional, ” ucapnya.

Soal jumlah keaktifan para anggota DWP Kabupaten Gowa sendiri, menurut Suryanti
kemungkinan akan bertambah di tahun 2026 ini.

“Saya sebagai ketua akan berlakukan aturan baru setiap SKPD harus mengikutsertakan masing-masing lima anggota untuk aktif rekoor dan arisan setiap bulannya dan utk kecamatan masing-masing dua orang yakni istri camat dan istri sekcam, ” imbuhnya. –