JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) secara resmi melepas keberangkatan Bus Esports Desa, sebuah kendaraan khusus yang dirancang untuk mewadahi kreativitas para gamer asal desa agar dapat bermain game kompetitif dengan nyaman di berbagai lokasi, Senin (12/1/2026).
Bus Esports Desa ini dilengkapi dengan perangkat gaming berstandar kompetisi serta fasilitas podcast yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi, edukasi, dan promosi potensi desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program ini menjadi salah satu terobosan Kementerian Desa PDT dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital di desa.
Dalam keterangannya, Mendes PDT Yandri Susanto, menegaskan bahwa esports bukan sekadar hiburan, melainkan peluang besar bagi generasi muda desa untuk berkembang dan berprestasi.
“Anak-anak muda desa punya potensi luar biasa di bidang esports dan industri kreatif digital. Negara harus hadir memberi ruang, fasilitas, dan pendampingan agar potensi itu tumbuh menjadi prestasi dan peluang ekonomi,” ujar Mendes PDT.
Ia menjelaskan, Bus Esports Desa dirancang untuk menjangkau desa-desa secara langsung agar akses terhadap teknologi dan pembinaan tidak hanya terpusat di kota.
“Melalui Bus Esports Desa, kita ingin mendekatkan ekosistem digital ke desa-desa. Bus ini akan berkeliling, singgah di desa-desa, memberi pengalaman, pelatihan, sekaligus membuka wawasan bahwa desa juga bisa menjadi pusat kreativitas digital,” tambahnya.
Bus Esports Desa tersebut resmi diberangkatkan menuju Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sepanjang perjalanan, bus ini akan singgah di sejumlah desa yang dilewati untuk menggelar pertandingan game kompetitif, diskusi komunitas, pelatihan singkat, serta podcast bersama pemuda dan pelaku desa.
Menurut Mendes PDT, rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Desa Nasional Tahun 2026, sekaligus simbol transformasi desa menuju desa digital yang inklusif dan berdaya saing.
“Hari Desa Nasional menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa desa bukan tertinggal, tetapi justru menjadi garda depan inovasi dan kreativitas anak bangsa,” tutup Mendes Yandri Susanto. (****)

