JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa masyarakat Tapanuli Utara dan daerah lain yang terdampak bencana, seperti Aceh dan Sumatera Barat, tidak sendiri menghadapi berbagai kesulitan.

Pemerintah, kata dia, hadir dan terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikan Menko Polkam saat menghadiri Perayaan Natal Oikumene Tahun 2025 Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama GKPI Sibalang, Tapanuli Utara, yang digelar secara on site, Rabu (14/1/2026).

“Saya ingin mengingatkan bapak-bapak, ibu-ibu, serta anak-anak yang ada di sana, kalian tidak sendirian. Kalian bersama kami yang ada di sini, di Jakarta. Kami selalu memikirkan bagaimana agar masalah yang dihadapi saudara-saudara di Tapanuli Utara, Aceh, dan Sumatera Barat dapat segera diatasi,” ujar Djamari.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat toleransi, serta menjunjung tinggi nilai kebangsaan dan persaudaraan.

Ia menekankan bahwa kehidupan merupakan anugerah Tuhan yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.

“Hidup jangan disia-siakan, karena hidup adalah berkah. Hidup kita sangat berharga, bukan hanya untuk keluarga dan diri kita sendiri, tetapi juga untuk bangsa ini,” tegasnya.

Menurut Djamari, tantangan yang dihadapi bangsa ke depan sangat besar dalam mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang hebat.

Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bekerja bersama tanpa sekat, serta senantiasa mengingat dan bersandar kepada Tuhan dalam setiap upaya yang dilakukan.

“Pekerjaan besar ini tidak bisa kita capai sendiri. Kita harus bersama-sama, dan jangan lupa untuk selalu mengingat Tuhan, karena atas ridho-Nya setiap pekerjaan akan dapat kita selesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan bahwa tema Natal tahun ini menjadi pengingat pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa.

Tema tersebut, menurutnya, selaras dengan komitmen Kementerian PPPA dalam memperkuat peran keluarga untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak.

“Keluarga memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan dan anak. Mari kita jadikan momen Natal ini sebagai refleksi untuk memperkuat komitmen menjaga keluarga dari berbagai tantangan, seperti diskriminasi dan kekerasan,” kata Arifah.

Perayaan Natal Oikumene ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Sekretaris Kementerian PPPA Titi Eko Rahayu, serta para pejabat tinggi di lingkungan Kemenko Polkam dan Kementerian PPPA. (Jeel)