MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar telah mengoperasikan lima unit insinerator sampah yang ditempatkan di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Makassar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmi Budiman, mengatakan lima unit insinerator tersebut kini sudah berfungsi dan dimanfaatkan untuk pengolahan sampah, khususnya di kawasan pulau dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada lima unit, sudah ditempatkan di Pulau Kodingareng, Pulau Barrang Lompo, TPS3R Karebosi, TPS3R Rusunawa Mariso, dan TPS3R Rappocini,” kata Helmi Budiman, Kamis (22/1).

Menurut Helmi, pengoperasian insinerator ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke tempat pembuangan akhir, sekaligus menjadi solusi pengelolaan sampah di wilayah dengan keterbatasan lahan.

DLH Makassar menargetkan pemanfaatan teknologi insinerator ini dapat meningkatkan efektivitas penanganan sampah serta mendukung program kebersihan dan lingkungan berkelanjutan di Kota Makassar.

Diketahui bahwa, insinerator sampah menjadi salah satu metode pengolahan limbah yang mulai banyak dibahas sebagai solusi mengatasi persoalan penumpukan sampah di perkotaan.

Teknologi ini bekerja dengan cara membakar sampah pada suhu sangat tinggi untuk mengurangi volume dan berat limbah secara signifikan.

Insinerator mampu mengurangi volume sampah hingga 70–90 persen. Selain itu, panas hasil pembakaran dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik atau panas, sehingga dinilai lebih efisien dibandingkan metode penimbunan di tempat pembuangan akhir (TPA).

Tujuan utama penggunaan insinerator adalah menekan jumlah sampah yang terus meningkat, terutama sampah medis, industri, dan limbah berbahaya.

Dengan pembakaran bersuhu tinggi, insinerator juga berfungsi membunuh bakteri, virus, serta zat berbahaya yang terkandung dalam sampah, sehingga risiko pencemaran lingkungan dapat diminimalkan.  (drw)