MAKASSAR, UJUNGJARI — PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) mendukung pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan melalui penyediaan lahan di kawasan Tanjung Bunga untuk Program Penanaman Sejuta Pohon.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dunia usaha dan asosiasi properti dalam mendorong penghijauan kawasan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kualitas lingkungan di tengah pesatnya perkembangan perkotaan.

Mengusung tema “Bersama Membangun Hunian, Bersama Menghijaukan Masa Depan”, kegiatan penanaman pohon digelar di area Gold Coast, kawasan Tanjung Bunga, Senin (6/10/2026).
Sebanyak 50 pohon Tabebuya ditanam secara simbolis oleh jajaran pengurus REI Sulsel bersama perwakilan manajemen GMTD, Alfonsius Beni Nugroho.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

GMTD menilai kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian Musda REI Sulsel, tetapi juga dapat menjadi langkah konkret dalam memperluas ruang hijau di kawasan Tanjung Bunga dan kawasan hunian lainnya di Makassar.

Corporate Operating Officer PT GMTD Tbk, Jemmy Andreas Persang, mengatakan GMTD menyambut baik inisiatif REI Sulsel menghadirkan program penghijauan melalui penanaman sejuta pohon.

“Kami menyambut baik inisiatif REI untuk menghadirkan Program Penanaman Sejuta Pohon. GMTD mendukung kegiatan ini dengan menyediakan lahan di kawasan Tanjung Bunga agar penanaman pohon dapat memberikan manfaat langsung bagi kawasan dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Jemmy, manfaat penanaman pohon tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi lingkungan untuk masa depan.
Selain membantu memperbaiki kualitas udara, keberadaan pohon juga memperluas ruang hijau dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Dukungan GMTD terhadap program tersebut sekaligus menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya melalui kegiatan yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar.

Sebagai pengembang kawasan Tanjung Bunga, GMTD memandang ruang hijau sebagai salah satu elemen penting dalam menjaga kenyamanan kawasan seiring dengan pertumbuhan aktivitas dan pembangunan.

Jemmy mengatakan, keberlanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya perusahaan atau pemerintah.

“Keberlanjutan bukan pekerjaan satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama. Karena itu, kami mengapresiasi REI yang menghadirkan gerakan penanaman pohon ini dan memilih kawasan Tanjung Bunga sebagai salah satu ruang untuk mewujudkan aksi nyata tersebut,” katanya.

Ia berharap pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dan menjadi bagian dari ruang hijau Tanjung Bunga. Gerakan tersebut juga diharapkan mendorong semakin banyak pihak untuk ikut mengambil bagian dalam penghijauan lingkungan.

Salah satu pesan yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah gerakan “Satu Rumah, Satu Pohon”, sebagai bentuk ajakan kepada pelaku industri properti dan masyarakat untuk menjadikan penghijauan sebagai bagian dari pembangunan kawasan hunian.

Bagi GMTD, dukungan terhadap kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi positif bagi kawasan Tanjung Bunga, tidak hanya melalui pengembangan kawasan, tetapi juga melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Komitmen tersebut juga sejalan dengan pilar ASRI dalam kerangka kerja grup “Lippo Untuk Indonesia PASTI”, yang mencakup Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, dan Independen.

Tentang GMTD

PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) merupakan pengembang kawasan perkotaan di Makassar yang mengembangkan kawasan Tanjung Bunga dari lahan rawa menjadi kawasan kota mandiri dengan fasilitas yang terintegrasi.

Pengembangan kawasan tersebut berada di atas lahan kurang lebih 1.000 hektare di barat daya Makassar yang terbagi dalam tiga zona, yakni Utara, Delta, dan Selatan.

GMTD menyebut pengembangan Tanjung Bunga dilakukan secara terintegrasi dengan master plan pengembangan wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Hingga saat ini, GMTD telah membangun lebih dari 7.916 rumah dengan jumlah penghuni mencapai sekitar 5.470 keluarga.
Sebagai perusahaan terbuka yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), GMTD bergerak dalam bidang pembangunan kawasan permukiman, pariwisata dan bisnis, penyediaan lahan siap bangun, jasa yang berkaitan dengan kepenghunian kawasan, serta pengelolaan sarana dan prasarana kawasan. (*)