MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Rencana pengambilalihan pengelolaan Pasar Butung kembali memantik keresahan pedagang. Setelah kondisi pasar dinilai kondusif dan fasilitas umum dibenahi secara signifikan oleh pengelola saat ini, para pedagang mempertanyakan alasan munculnya kembali polemik yang berpotensi memicu konflik terbuka.
“Setelah kondusif, kami pedagang mulai nyaman berjualan. Fasilitas umum sudah dibenahi dengan baik. Kenapa baru sekarang dipersoalkan? Kenapa harus ada pemutusan sepihak?” tegas Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Butung Kota Makassar, Faisal A. Rahman, Kamis (22/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pedagang menilai momentum ini sangat tidak tepat. Menjelang bulan suci Ramadhan, Pasar Butung justru memasuki fase krusial bagi pedagang untuk memanen hasil usaha.
Mereka khawatir rencana pengambilalihan paksa akan memicu kegaduhan dan merusak iklim usaha.
“Kasihan kami pedagang. Kami hanya ingin berjualan dengan tenang. Kalau ada masalah antara pemerintah dan pengelola, silakan dibicarakan secara baik-baik atau tempuh jalur hukum. Jangan jadikan Pasar Butung sebagai ring tinju,” ujar Faisal.
Asosiasi Pedagang Pasar Butung bahkan menyatakan sikap keras jika Pemerintah Kota Makassar memaksakan langkah pengambilalihan tanpa dialog yang jelas.
Mereka menegaskan penolakan terhadap segala bentuk keributan, terlebih di tengah persiapan menyambut Ramadhan.
“Apakah Wali Kota Makassar siap bertanggung jawab jika terjadi keributan saat ada pemaksaan masuk untuk mengelola Pasar Butung?” katanya mempertanyakan.
Menurut pedagang, sengketa pengelolaan Pasar Butung sejatinya telah selesai. Mereka merujuk pada eksekusi oleh juru sita Pengadilan Negeri Makassar pada Agustus 2024 sebagai dasar hukum yang dianggap final.
“Kami menganggap persoalan ini sudah selesai secara hukum. Karena itu, jika benar ada rencana pengambilalihan paksa pada 28 Januari 2026, kami meminta Wali Kota Makassar bertanggung jawab penuh apabila terjadi konflik besar, apalagi sampai ada korban jiwa,” tegas Faisal.
Pedagang juga menyoroti upaya pembenahan yang saat ini tengah gencar dilakukan pengelola. Sejumlah fasilitas, mulai dari basement hingga lantai empat, telah diperbaiki. Pendingin ruangan kini berfungsi dengan baik sehingga pedagang tidak lagi kepanasan saat berjualan.
“Kami hanya mau berdagang dengan nyaman. Tolong beri citra positif bagi Pasar Butung. Jangan rusak semua yang sudah dibenahi,” tutup Faisal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Makassar terkait rencana pengambilalihan pengelolaan Pasar Butung tersebut. (drw)

