MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — PSM Makassar tengah menghadapi masalah serius di lini depan pada kompetisi Super League 2025/2026.

Dalam lima pertandingan terakhir, tim berjuluk Juku Eja hanya mampu mencetak satu gol, meski tampil cukup agresif dalam membangun serangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Skuad asuhan pelatih Tomas Trucha sejatinya tidak kekurangan peluang. Di setiap laga, PSM mampu melepaskan antara 9 hingga 15 tembakan, dengan 4 sampai 8 di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan.

Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.

Kemandekan lini serang berdampak langsung pada hasil pertandingan. PSM Makassar harus menelan kekalahan dalam lima laga beruntun dan kini tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan koleksi 19 poin.

Situasi ini membuat evaluasi lini depan menjadi pekerjaan rumah utama jelang laga pekan ke-19 Super League. PSM dijadwalkan menjamu Semen Padang di Stadion BJ Habibie, Parepare, Senin (2/2/2026).

Legenda PSM Makassar, Yosef Wijaya, menilai Juku Eja belum memiliki sosok penyerang murni yang berperan sebagai pencetak gol utama.

Menurutnya, banyak peluang terbuang karena absennya penyerang dengan naluri gol yang tajam.

“Banyak peluang kita, tapi tidak bisa dimanfaatkan,” ujar Yosef.

Hingga sejauh ini, kontribusi gol PSM masih bertumpu pada Alex Tank dan Abu Razard Kamara. Keduanya baru menyumbang total sembilan gol, dengan rincian Alex Tank enam gol dan Abu Kamara tiga gol.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, manajemen PSM Makassar mendatangkan penyerang asal Serbia, Luka Cumic.

Striker berusia 24 tahun itu sebelumnya membela Radnik Bijeljina di Divisi Satu Bosnia Herzegovina dan mencatatkan empat gol serta satu assist dari 18 penampilan.

Kehadiran Cumic diharapkan mampu menjadi solusi krisis gol yang tengah melanda Juku Eja.  (**)