MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Nasib ratusan siswa di Kota Makassar kembali menjadi sorotan. Di SMP Negeri 1 Makassar, tercatat lebih dari 90 siswa tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Sama halnya di SMP Negeri 22, lebih dari 30 siswanya harus keluar dan mencari sekolah lain, karena tidak terdaftar dalam Dapodik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, para siswa tersebut terpaksa harus mencari sekolah lain demi keberlangsungan pendidikan mereka.
Kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan praktik penerimaan siswa titipan yang melebihi daya tampung sekolah.
Kepala SMP Negeri 22 Makassar, Hj Salma, secara terbuka mengungkapkan persoalan tersebut.
Menurutnya, banyaknya siswa titipan menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kekacauan administrasi, termasuk tidak terdatanya siswa dalam sistem Dapodik.
“Anggota dewan paling banyak titipannya, belum lagi dari LSM, timnya Pak Wali, Wartawan, pejabat Pemkot. Kalau kondisinya seperti ini, siapa yang mau bertanggung jawab?” ujar Hj Salma saat dikonfirmasi, Selasa (10/2).
Ia menambahkan, dalam praktiknya, pihak sekolah sering berada dalam posisi sulit karena adanya tekanan dari berbagai pihak untuk menerima siswa di luar kuota resmi.
“Ujung-ujungnya kami kepala sekolah dan dinas pendidikan yang dibuat repot. Ketika bermasalah, kami juga yang disalahkan,” tegasnya.
Tidak terdaftarnya siswa dalam Dapodik berdampak serius, mulai dari tidak terbitnya Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), hingga terhambatnya akses bantuan pendidikan dan administrasi akademik lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar belum memberikan keterangan resmi terkait langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut serta memastikan hak pendidikan para siswa tetap terpenuhi. (drw)

