MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Transisi menuju kota zero carbon ditegaskan harus dimulai dari kolaborasi nyata dan terukur.
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama City to City antara Makassar dan Maniwa dalam mengadopsi Model Maniwa untuk mendorong pembangunan rendah karbon, Sabtu (14/2).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wali Kota Maniwa Ota Noburo, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Jepang Kentaro Doi, serta Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaluddin Jompa.
Munafri Arifuddin menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan serius, khususnya bagi kota pesisir seperti Makassar.
Karena itu, dibutuhkan langkah konkret dan berkelanjutan untuk menekan emisi karbon sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
“Transisi menuju kota zero carbon harus dimulai dari kolaborasi nyata. Kota pesisir seperti Makassar sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, sehingga kita tidak bisa menunda aksi,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Makassar akan belajar dari praktik terbaik Maniwa dalam pengelolaan energi terbarukan dan penguatan ekonomi sirkular.
Maniwa dikenal dengan pengembangan biomassa berbasis sumber daya hutan serta inovasi energi bersih yang terintegrasi dengan pembangunan kota.
Kerja sama ini juga mencakup pengembangan proyek biogas di lingkungan Universitas Hasanuddin sebagai bagian dari implementasi konkret model pembangunan rendah karbon.
Inisiatif tersebut diharapkan menjadi laboratorium hidup bagi pengembangan energi terbarukan di Makassar.
Munafri menambahkan, kolaborasi City to City ini tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus menjadi fondasi perubahan kebijakan dan pola pembangunan ke depan.
“Makassar harus tumbuh sebagai kota yang kuat secara ekonomi sekaligus tangguh secara ekologis. Kerja sama ini menjadi pijakan penting untuk mewujudkan visi tersebut,” tegasnya. (**)

