GOWA, UJUNGJARI.COM — Setelah sepuluh tahun lalu menjalin kerja sama pembinaan kerohanian dan kepribadian pada Lapas Perempuan Kelas 2A Gowa, kini Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa juga melakukan kerja sama bidang yang sama pada Lapas Narkotika Kelas 2A Gowa.

Kerja sama ini menjadi komitmen bersama kedua belah pihak yang ditandai dengan penandatanganan naskah Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan secara langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Gowa Jamaris Halik dengan Kalapas Narkotika Kelas 2A Gowa Gunawan di ruang rapat kantor Kemenag Gowa pada Senin (9/3) siang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya kedua pihak dilakukan untuk memperkuat pembinaan kerohanian dan kepribadian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Kelas 2A Gowa ini.

Kalapas Narkotika Kelas 2A Gowa Gunawan usai membubuhkan tanda tangannya di atas naskah kerja sama mengatakan, kerja sama. Ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembinaan kerohanian dan kepribadian bagi warga binaan.

“Tujuannya untuk memberikan pengajaran kepada para warga binaan dalam bentuk pencerahan kalbu, Jumat ibadah, ceramah agama. Dan pembinaan ini bukan hanya kepada warga binaan yang beragama Islam tapi juga Nasrani. Tentunya peran Kemenag disini yang menjalankan fungsi penyuluhan dan pembinaan kerohanian dan kepribadian para warga binaan. Semoga kerja sama ini terus berlanjut. Dan kami ingin juga membuka ruang kerja sama dengan sektor dan stakeholder lainnya dengan tujuan bisa memperluas kerjasama dengan berbagai instansi lainnya untuk membantu meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan kami, ” kata Gunawan.

Gunawan berharap, pembinaan kerohanian yang dilakukan dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu mendorong perubahan perilaku warga binaan menjadi lebih baik serta mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih positif.

“Kami sangat berterimakasih kepada Kementerian Agama Gowa yang telah bersedia ikut serta dalam membina warga binaan kami. Mudah-mudahan kerjasama antar sektor ini bisa terus dikembangkan, ” kata Gunawan.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Gowa Jamaris Halik mengatakan, dalam kerja sama ini, pihaknya berperan memberikan pembinaan keagamaan kepada warga binaan dengan kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan keagamaan, bimbingan rohani hingga pembelajaran agama yang diharapkan mampu membentuk karakter serta memperkuat nilai spiritual para warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Dalam pembinaan ini ada berbagai kegiatan yang kami lakukan seperti dibentuk kelompok pengajian di Lapas dan dipandu oleh tim penyuluh kita di Kementerian Agama ini. Ada juga pelatihan penyelenggaraan jenazah, dilatih membaca khutbah Jumat dan khutbah pada kegiatan-kegiatan hari besar Islam. Termasuk juga pada warga binaan yang non Islam. Penyuluh kami secara rutin masuk ke Lapas melakukan pembinaan misalnya untuk Kristen pada hari Rabu, Kamis, Sabtu atau, dan untuk Islam, kami masuk pada hari lainnya termasuk Jumat. setiap satu minggu kami masuk mengontrol seperti apa perkembangannya. Alhamdulillah sudah ada yang bisa khatam AlQuran. Saya melihat para warga binaan sangat antusias dibina selama Ramadan ini. Mereka sangat antusias, ” kata Jamaris.

Dijelaskan Jamaris, ada 13 penyuluh dari IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) dengan berbagai spesifikasi keilmuan disiapkan untuk membackup pembinaan tersebut.

“Kami berharap para warga binaan ini betul-betul nanti bisa menambah pemahaman keislamannya. Semakin bagus dan bisa memiliki keahlian. Misalnya ada yang bisa menjadi penyelenggara jenazah, bisa berceramah, jadi hafidz dan tahfidz, juga bisa khutbah dan bisa menjadi khatib. Semoga dengan bekal pengetahuan keagamaan dan kepribadian mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik setelah keluar dari Lapas dan mengaplikasikan pengetahuannya di tengah masyarakat, ” kata Jamaris lagi. –