SOPPENG, UJUNGJARI.COM— Kawasan Taman Wisata Alam Lejja di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dipadati ribuan pengunjung sehari setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, tepatnya pada Minggu (22/3/2026).
Permandian Air Panas Lejja kembali menjadi destinasi favorit bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu liburan bersama keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pagi hingga sore hari, kawasan wisata ini terlihat ramai oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah yang datang untuk menikmati panorama alam yang asri dan fasilitas yang tersedia.
Daya tarik utama Lejja masih terletak pada sumber air panas alami, kolam renang, serta berbagai spot foto yang menarik. Suasana pegunungan yang sejuk turut menambah kenyamanan para pengunjung.
Pengelola kawasan wisata, PT Lamatesso Mattappa (Perseroda), juga terus melakukan pembenahan melalui berbagai renovasi dan inovasi guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan.
Sejumlah fasilitas penunjang telah disiapkan, seperti penginapan bergaya vila, area parkir yang luas, toilet umum yang bersih, serta kolam renang yang telah dipercantik.
Setiap momen libur panjang, termasuk libur Lebaran, kawasan wisata Lejja memang selalu menjadi primadona. Lonjakan pengunjung kali ini pun terbilang signifikan dibandingkan hari biasa.
Berdasarkan data hingga pukul 18.00 WITA, jumlah pengunjung tercatat mencapai lebih dari 4.000 orang.
Sementara itu, arus kendaraan yang masuk ke kawasan wisata mencapai 513 unit kendaraan roda dua dan 465 unit kendaraan roda empat.
Manajer Pemasaran KWT Lejja, Andi Zulqibral Yusari, mengungkapkan bahwa data tersebut diperoleh dari sistem Dashboard Point of Sale (POS) di pintu masuk kawasan wisata.
“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tren kunjungan tahun ini cukup menggembirakan. Kami optimistis jumlah pengunjung selama libur Lebaran akan meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada periode yang sama tahun lalu, total kunjungan selama libur Lebaran hanya berada di kisaran 6.000 orang.
Optimisme tersebut didukung oleh strategi promosi yang dinilai efektif, termasuk pemanfaatan media digital serta jejaring informasi lokal yang mampu menjangkau wisatawan dari berbagai daerah.
“Strategi promosi yang tepat turut menjaga stabilitas kunjungan ke Lejja dari tahun ke tahun,” tutupnya. (Daus)

