GOWA, UJUNGJARI.COM — Teknologi Artificial Intelligence (AI) kini mulai jadi ancaman kejahatan baru di masyarakat. Salah satu bentuk kejahatan yang menggunakan metode kecerdasan buatan ini adalah penipuan dengan menggunakan voice cloning dan deepfake .

Modus operandinya memanipulasi atau membuat konten berupa video palsu dengan membuat fake face (wajah palsu) hingga kloning suara (voice cloning). Kasus ini sudah mulai terjadi bahkan Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman pun telah menjadi korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Video dan suara Kapolres Gowa dimanipulatif seolah video dan wajah kapolres adalah betul namun ternyata itu adalah hasil kejahatan oknum tidak bertanggung jawab dan hasil dari kecerdasan buatan AI.

Menyikapi mulai maraknya penyalahgunaan teknologi AI, Kapolres Gowa pun mengumpulkan seluruh pejabat utama (PJU) dan Kapolsek jajaran serta para personel Siehumas untuk berdialog bersama dengan tajuk ‘Tantangan Hukum di Era Artificial Intelligenceā€.

Dialog ini digelar secara daring (dalam jaringan) sebagai penguatan internal Kepolisian Resor Gowa. Dialog ini dihelat Divisi Humas Polri dan diikuti seluruh personel Kepolisian di tingkat Polres pada Selasa (7/4).

Dikatakan Kapolres Gowa, dialog ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas internal Polri dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, khususnya terkait pemanfaatan kecerdasan buatan AI yang berpotensi menimbulkan tantangan baru di bidang hukum dan keamanan.

Terhubung secara langsung dari pusat, seluruh peserta mendapatkan pemaparan mengenai dinamika perkembangan teknologi AI, termasuk potensi ancaman kejahatan berbasis digital.

Selain itu, para personel kepolisian juga diminta mengedepankan kesiapannya sebagai aparat penegak hukum dalam menghadapi berbagai modus kejahatan baru yang memanfaatkan teknologi modern saat ini.

“Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan wawasan dan kesiapan personel dalam menghadapi transformasi digital. Perkembangan AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi penegakan hukum. Karena itu melalui dialog ini, kami berharap seluruh personel semakin siap, adaptif dan profesional dalam menghadapi kejahatan baru ini,” tandas Aldy.

Dikatakannya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama agar Polri tetap mampu memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah era digital. –