GOWA, UJUNGJARI.COM — Para pelaku UMKM dan IKM di Kabupaten Gowa diharapkan mampu bersaing di era teknologi saat ini. Persaingan produksi khususnya kualitas sangat menentukan berhasil tidaknya seorang pelaku usaha mampu eksis dan bertahan dalam usahanya.
Agar bisa eksis dan bertahan di tengah jutaan pelaku usaha dan bisa melakukan ekspor komoditas dan produk, maka Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggelar kegiatan pelatihan bagi kalangan UMKM dan IKM khususnya tentang bagaimana para pelaku usaha mengenali dan mengidentifikasi potensi ekspor daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan ini digelar di Travellers Hotel Phinisi Makassar pada Selasa (14/4) dan dibuka oleh Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin dan dihadiri jajaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulsel, pihak BI dan UMKM/IKM yang telah memiliki brand usaha dan juga eksportir.
Di hadapan sedikitnya 105 UMKM dan IKM, Wabup Gowa Darmawangsyah Muin mengatakan, pada era persaingan pasar global, Pemkab Gowa sangat berharap para pelaku usaha, petani ataupun nelayan yang ada di Gowa dapat menembus pasar internasional.

Menurut DM (sapaan akrab Darmawangsyah Muin), para pelaku ekspor harus bisa memacu peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun hal ini tentu saja harus dibarengi dengan komitmen para pelaku ekspor dalam menjaga kualitas dan kuantitas produk unggulannya agar dapat memenuhi standar negara tujuan.
“Saya harap, pelatihan ini menjadi alternatif solusi untuk menambah wawasan pelaku usaha kita agar lebih mengenal apa itu ekspor, bagaimana memulai ekspor, dan produk apa saja yang berpotensi untuk menjadi komoditas ekspor unggulan. Jangan ragu sebab pemerintah di sini hadir untuk memfasilitasi kemudahan informasi, perizinan dan sertifikasi mutu serta memberikan dukungan terhadap produk yang siap masuk pasar ekspor. Tentunya, pemerintah juga siap melibatkan pelaku usaha besar, eksportir dan lembaga pembiayaan guna memperkuat jejaring usaha yang berkelanjutan, ” kata DM.

DM pun berpesan kepada seluruh peserta pelatihan pengenalan ekspor dan identifikasi potensi ekspor daerah agar serius mengikuti pelatihan ini, sehingga wawasan dan
pemahaman dalam hal ekspor bertambah serta memperluas informasi dan pengetahuan mengenai perdagangan luar negeri. Sekaligus memperhatikan aspek regulasi yang menjadi persyaratan dalam transaksi ekspor.
“Pelatihan ini diharapkan mampu mengidentifikasi produk-produk ekspor unggulan yang ada di wilayah Kabupaten Gowa baik dari sektor pertanian, perikanan,
peternakan dan perkebunan maupun produk hasil olahan industri kecil dan
menengah, ” kata Wabup DM.
Wabup Gowa menekankan, Kabupaten Gowa memiliki berbagai potensi hasil pertanian dan perkebunan yang telah berhasil menembus pasar ekspor. Salah satunya adalah getah pinus. Komoditas bahan kosmetik ini telah diekspor ke India.
Potensi ini, kata DM perlu terus dikembangkan agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. DM pun meminta Dinas Perdastri Gowa dapat berperan sebagai mediator strategis dalam memperkuat sinergi dengan dinas terkait, khususnya dalam pengembangan ekspor sektor peternakan, perikanan dan pertanian.
“Ini dapat menjadi potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menambah PAD kita,” tandasnya.
Sementara itu, Kadis Perdastri Gowa Muh Fajaruddin menjelaskan bahwa pelatihan ini menghadirkan dua eksportir yang sudah berhasil mengembangkan usahanya ke luar negeri.
Dua praktisi ekspor yang dihadirkan sebagai narasumber adalah Dinda Gaizi seorang eksportir rambutan dan Junandar Priawan sebagai eksportir kopi yang menyampaikan kisah mereka terkait tantangan dan hambatan ekspor dunia.
Selain dua eksportir ini, juga hadir narasumber dari Dinas Perdastri Sulsel yang menyampaikan tentang potensi dan peluang ekspor daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah dan negara serta pihak Bank Indonesia Sulsel terkait pembinaan UMKM dan IKM menuju pasar ekspor.
UMKM dan IKM yang dihadirkan sekira 105 orang. Mereka adalah para pelaku usaha mikro kecil dan menengah binaan Dinas Perdastri, para petani binaan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, para peternak dan petani binaan Dinas Peternakan dan Perkebunan, para kelompok nelayan dan UMKM binaan Dinas Perikanan serta para petani dari Kecamatan Pattallassang dan Tinggimoncong.
“Pelatihan ini terselenggara dan diharapkan para pelaku usaha ekspor dapat lebih meningkatkan produksi hasil usahanya yang berpeluang dapat diekspor ke luar negeri seperti tanaman porang, nilam, ubi jalar, bunga krisan dan sebagainya. Sejumlah komoditas sudah ada yang tembus ke pasar mancanegara khususnya negara Jepang dan Korea. Karena itu dengan bekal pelatihan ini, wawasan pelaku usaha makin bertambah. Tentunya kita berharap produk-produk UMKM dan IKM ini baik sektor peternakan, pertanian, perikanan dapat pula menjadi produk unggulan yang dapat tembus pasar ekspor dunia, ” jelas Fajaruddin. –

