MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 kian mendekati garis akhir.
Memasuki pekan ke-28, seluruh kontestan hanya menyisakan tujuh pertandingan, membuat persaingan di papan atas maupun bawah semakin sengit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di jalur perebutan gelar juara, tiga tim besar yakni Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta terus menunjukkan konsistensi.
Ketiganya saling tempel dalam perolehan poin, sehingga peluang menjadi kampiun masih terbuka lebar hingga pekan terakhir.
Sementara itu, tensi tak kalah tinggi juga terjadi di papan bawah. Enam klub masih berjibaku untuk menghindari jurang degradasi, yakni PSM Makassar, Persijap Jepara, Persis Solo, Madura United, Semen Padang FC, dan PSBS Biak.
Dengan selisih poin yang tipis, setiap pertandingan menjadi krusial. Satu kemenangan bisa mengangkat posisi tim keluar dari zona merah, sementara kekalahan berpotensi menyeret klub semakin dekat ke degradasi.
Pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, menilai persaingan musim ini menjadi salah satu yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, konsistensi akan menjadi kunci utama bagi tim yang ingin keluar sebagai juara maupun bertahan di liga.
“Di papan atas, tiga tim punya peluang yang sama besar, tinggal siapa yang paling stabil di tujuh laga terakhir. Sementara di papan bawah, tekanan mental pemain akan sangat menentukan. Tim yang tidak siap secara mental bisa tergelincir kapan saja,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa faktor non-teknis seperti jadwal padat dan kondisi fisik pemain akan sangat berpengaruh pada hasil akhir.
“Rotasi pemain dan kedalaman skuad akan jadi pembeda. Klub yang punya cadangan berkualitas cenderung lebih diuntungkan di fase krusial ini,” tambahnya.
Situasi ini membuat sisa tujuh laga dipastikan berlangsung penuh tekanan dan drama. Baik perebutan gelar juara maupun pertarungan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan menjadi tontonan menarik hingga akhir musim. (**)

