SOPPENG, UJUNGJARI.COM — Kebijakan pemerintah pusat yang membatasi kegiatan ke luar daerah dinilai membawa dampak positif bagi pertumbuhan wisata dan UMKM lokal. Efeknya mulai terasa dengan meningkatnya perputaran ekonomi di tingkat daerah.
Dana yang sebelumnya terserap untuk kegiatan di luar wilayah kini beralih dan berputar di lingkungan lokal, mulai dari sektor UMKM hingga destinasi wisata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, efisiensi anggaran instansi juga dapat tercapai karena biaya akomodasi kegiatan menjadi lebih terjangkau.
Hal ini menjadi salah satu topik utama dalam diskusi Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Gugus 1 Lalabata, Kabupaten Soppeng, yang dihadiri seluruh kepala sekolah di gugus tersebut.
Kegiatan berlangsung di salah satu pelaku UMKM kuliner, Singgah Sawah Timusu.
Dalam forum tersebut, hadir sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng Andi Sumagerukka, Sekretaris Dewan Pendidikan Soppeng H.A. Muh. Zulkarnain, serta Direktur Perseroda Lamatesso Mattappa, Musdar.
Selain membahas peningkatan mutu dan kualitas pendidikan ke depan, diskusi juga menyoroti strategi menyiasati kebijakan efisiensi tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Soppeng, Andi Sumagerukka, menekankan bahwa kebijakan ini justru membuka peluang besar bagi UMKM dan destinasi wisata lokal untuk berkembang.
“Dengan kondisi ini, UMKM lokal dan destinasi wisata memiliki kesempatan lebih luas untuk tampil dan menjadi pilihan utama. Apalagi menjelang liburan akhir tahun ajaran, destinasi seperti permandian air panas Lejja dapat menjadi alternatif wisata unggulan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi panitia yang menghadirkan Direktur Perseroda dalam kegiatan tersebut, mengingat salah satu unit usaha yang dikelola adalah destinasi wisata unggulan Lejja.
Sementara itu, Direktur Perseroda Soppeng, Musdar, menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran secara nasional dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi kreatif daerah.
“Jika dikelola dengan baik dan dilandasi semangat kebersamaan, efisiensi ini justru bisa saling menguatkan. Ekonomi tetap berjalan, identitas daerah semakin kuat, dan destinasi wisata lokal seperti Lejja tetap menjadi pilihan favorit,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Musdar juga memaparkan visi dan misi PT Perseroda ke depan serta mengajak para kepala sekolah untuk berkunjung dan melaksanakan kegiatan di kawasan wisata Lejja.
“KWT Lejja adalah milik kita bersama. Kalau bukan kita yang menjaga dan memanfaatkan, siapa lagi,” tandasnya. (Daus)

